3 Kesalahan Persib hingga Gagal Juara Piala Menpora

 

Persib Bandung kalah dari Persija Jakarta di final Piala Menpora. Berikut kesalahan Persib sehingga gagal juara.

Dalam dua laga final, Persib tak mampu menandingi kehebatan Macan Kemayoran. Setelah kalah 0-2 di leg pertama, readyviewed Persib kembali tumbang 1-2 di hadapan Persija pada leg kedua.

Berikut tiga kesalahan yang dilakukan Persib saat melawan Persija di final Piala Menpora:

 

1. Buruk di 10 Menit Awal di Leg Pertama Final Piala Menpora

Keperkasaan Persib dalam perjalanan menuju final langsung berhasil diruntuhkan oleh Persija dalam 10 menit awal leg pertama babak final. Ketidakmampuan lini belakang Persib untuk langsung fokus ke pertandingan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Riko Simanjuntak dan kawan-kawan.

Persija Jakarta berhasil unggul 2-0 atas Persib Bandung pada babak pertama leg pertama final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4).Persija mampu mencetak dua gol cepat di leg pertama final Piala Menpora. (Dok. Persija)

Persija bisa menggetarkan gawang Persib lewat gol cepat Braif Fatari dan Taufik Hidayat di awal laga. Setelah unggul 2-0, Persija bermain penuh percaya diri.

Sebaliknya, Persib sulit untuk bangkit dan menemukan momentum untuk menekan balik Persija di leg pertama.

2. Kartu Merah Bayu Fiqri

Setelah kalah 0-2 di leg pertama, Persib membawa misi untuk bangkit dan mengejar ketinggalan dari Persija di leg kedua final Piala Menpora.

Setelah coba saling serang di awal laga, Persib menderita kerugian besar ketika Bayu Fiqri terkena kartu merah dari wasit pada menit ke-22. Bayu Fiqri mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Marco Motta.

Bayu Fiqri tidak waspada dan lebih berhati-hati padahal ia sudah lebih dulu mendapat kartu kuning.

Pemain Persib Bandung Wander Luis (kanan) berebut bola dengan dua pemain Persija Jakarta Yann Motta (kedua kiri) dan Otavio Dutra (kiri) pada pertandingan leg dua Final Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4/2021). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.Unggul jumlah pemain memudahkan Persija untuk menguasai laga. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)

Kalah jumlah pemain, tekanan Persib ke gawang Persija otomatis lenyap di babak pertama. Maung Bandung tak mampu memberikan ancaman serius ke gawang Persib.

Persib justru beruntung tidak kebobolan oleh Persija di babak pertama lantaran Macan Kemayoran sejatinya punya banyak peluang emas untuk mencetak gol.

3. Pressing yang Tanggung di Awal Babak Kedua

Dengan kedudukan 0-0, Persib melakukan pendekatan yang kurang tepat di awal babak kedua. Mereka tidak melakukan pressing tinggi dan menekan Persija.

Persija yang unggul 2-0 dalam agregat lantas memilih memainkan bola di daerah pertahanan. Pressing yang tanggung itu yang kemudian jadi bumerang.

Saat Persija sudah sukses memainkan ritme, mereka berhasil melakukan serangan cepat yang berujung pada gol Osvaldo Haay.

Persija mampu menorehkan satu gol tambahan di ujung pertandingan dan menyudahi laga dengan kemenangan 2-1. Secara agregat, Persija unggul 4-1 atas Persib.Permainan Persib membaik di 15 menit akhir pertandingan saat pressing mereka lebih ketat dan tidak membiarkan Persija leluasa di daerah pertahanan. Hasilnya, Ferdinand Sinaga sempat mencetak gol namun hal itu terbilang sudah telat.