Alasan Arteta dan Lampard Tak Kunjung Dipecat

 

Perjalanan karier Frank Lampard bersama Chelsea mirip kisah Mikel Arteta di Arsenal. Menuai rentetan hasil buruk namun tak kunjung dipecat.

Arteta bisa dibilang sudah lolos dari ‘ujian pertama’ di Arsenal. Sempat didesak untuk meninggalkan kursi pelatih namun lambat laun kembali dipuja-puji.

Pelatih asal Spanyol itu dibanjiri kritik akibat kekalahan memalukan dengan skor 1-4 dari Manchester City di Liga Inggris pada pertengahan Desember lalu. Terlebih hasil minor itu terjadi di depan publik Emirates.

 

Kritik dan caci-maki untuk Arteta tak terhindarkan. Mantan asisten Pep Guardiola di Man City itu dianggap tak mampu mengangkat Arsenal dari keterpurukan.

Namun, tekanan publik justru menurun drastis usai readyviewed Arsenal secara mengejutkan sukses mengalahkan Chelsea 3-1. Hasil positif itu berlanjut di dua laga berikutnya melawan Brighton dan West Bromwich.

Chelsea's Mason Mount waits for the restart the game after arsenal scored their 3rd goal of the match during their English Premier League soccer match between Arsenal and Chelsea at the Emirates stadium in London, Saturday, Dec. 26, 2020. (Julian Finney Pool via AP)Arsenal mulai bangkit usai mengalahkan Chelsea. (Julian Finney Pool via AP)

Tiga kemenangan beruntun membuat kursi Arteta untuk sementara waktu terbilang aman meski Arsenal masih berada di posisi ke-11 klasemen Liga Inggris.

Namun, di balik statistik tersebut Arteta memang diharapkan untuk membangun kekuatan Arsenal dari awal lagi seperti yang dilakukan Arsene Wenger. Yang lebih istimewa lagi, Arteta pernah bermain untuk Arsenal.

Hal senada juga dialami Chelsea. Meski punya dana investasi lebih besar, The Blues juga tak mau membuat keputusan emosional dengan memecat Lampard.Masalah finansial di masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor klub tak mau mengambil risiko. Besaran nilai transfer yang harus dikeluarkan untuk pelatih baru pun belum tentu berbanding lurus dengan prestasi.

Chelsea's Kai Havertz, right, controls the ball during the English League Cup third round soccer match between Chelsea and Barnsley at Stamford Bridge in London, Wednesday, Sept. 23, 2020. (AP Photo/Neil Hall)Kai Havertz salah satu pemain mahal yang belum mampu memenuhi ekspektasi di Chelsea. (AP Photo/Neil Hall)

Padahal, Chelsea sudah menggelontorkan dana besar untuk memenuhi tim impian Lampard. Timo Werner, Kai Havertz, dan Hakim Ziyech didatangkan ke Stamford Bridge dengan harga yang tak murah.

Setelah sempat bersaing di posisi empat besar, Chelsea kini melorot ke posisi kesembilan. Kekalahan dari Arsenal dan Man City baru-baru ini tak juga membuat Lampard dipecat.

Selain itu, jejak karier Lampard mirip dengan Arteta, yakni pelatih muda yang pernah merasakan asam garam sebagai pemain di klub yang saat ini dilatih. Sejumlah faktor itulah yang membuat petinggi klub enggan mendepak Lampard maupun Arteta terlalu cepat.Sebab, Chelsea tak mau mengambil risiko lebih buruk lagi di masa pandemi Covid-19 yang ikut berdampak terhadap krisis ekonomi.

Sedikit yang membedakan, Arteta saat ini mulai masuk posisi aman usai meraih tiga kemenangan beruntun. Sementara Lampard masih di bawah tekanan usai menelan kekalahan dari Arsenal dan Man City.