All England: Mohammad Ahsan Tak Dapat Email Perintah Isolasi

Sebanyak 20 dari 24 orang dalam rombongan skuad Indonesia untuk All England mendapatkan email dari pemerintah Inggris soal kewajiban isolasi. Mohammad Ahsan jadi salah satu dari empat orang yang tak menerima email tersebut.

Manajer Indonesia readyviewed Ricky Soebagdja telah menyatakan bahwa 20 dari 24 anggota skuad Indonesia mendapatkan email dari pemerintah Inggris. Email tersebut berisi pemberitahuan isolasi 10 hari lantaran ada temuan kasus positif di penerbangan yang sama dengan yang ditumpangi rombongan Indonesia.

Ada empat orang yang tidak mendapat email perintah isolasi tersebut yaitu Mohammad Ahsan, Irwansyah (asisten pelatih), Iwan Hermawan (Kasubid Sport Science), dan Gilang (Masseur).

 

Ahsan jadi satu-satunya atlet yang tidak mendapat email isolasi dari pemerintah Inggris. Namun lantaran ia berstatus pemain ganda bersama Hendra Setiawan, otomatis ia tak bisa tampil di babak berikutnya.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) disaksikan rekannya Hendra Setiawan mengembalikan kok ke arah lawannya asal China Taipei Lu Ching Yao dan Yang Po Han dalam pertandingan babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Ganda putra Indonesia unggulan kedua itu menang dengan skor 21-19 dan 22-20. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption ***Ahsan/Hendra sudah memenangkan babak pertama All England. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Ahsan/Hendra sendiri sempat memainkan babak pertama All England. Dalam duel lawan Ben Lane/Sean Vendy, Ahsan/Hendra memainkan laga ketat yang berakhir dengan skor 21-18, 19-21, 21-19.

Tak lama setelah pertandingan kelar, skuad Indonesia langsung diantar ke hotel dan menjalani isolasi.

readyviewed “Kebetulan terakhir kali main Ahsan/Hendra, setelah itu semua diantar panitia langsung ke hotel dan harus isolasi di hotel,” tutur Ricky.

Lantaran aturan isolasi keluar dari Pemerintah Inggris, BWF pun tidak bisa berbuat banyak untuk membantu skuad Indonesia.

“Sempat ditanyakan ke panitia, BWF tidak bisa berbuat banyak karena mereka menyampaikan aturan dari pemerintah Inggris,” ujar Ricky.