Antiklimaks Yamaha di MotoGP 2020

 

Yamaha mengalami antiklimaks di MotoGP 2020. Setelah menjadi kandidat kuat juara, Yamaha mendadak seperti pecundang di musim ini.

MotoGP musim ini tampak akan jadi milik Yamaha ketika Fabio Quartararo dari tim satelit Petronas dan Maverick Vinales sebagai pembalap pabrikan menang serta podium kedua di MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez.

Ditambah lagi Franco Morbidelli dari Petronas yang juga menggunakan motor Yamaha finis di urutan kelima. Meskipun Valentino Rossi gagal finis karena memiliki masalah elektronik pada motor.

 

Bendera Yamaha kian berkibar usai berjaya di balapan kedua di MotoGP Andalusia. Podium MotoGP Andalusia milik tim berlambang garpu tala itu.

Quartararo dan Vinales back to back finis pertama serta kedua, ditambah Valentino Rossi meraih podium ketiga.

Di klasemen konstruktor, Yamaha (50 poin) unggul nyaris dua kali lipat atas Ducati (26), dan jauh di atas Suzuki yang hanya 11 poin dalam dua balapan.

Usai MotoGP Andalusia nama Yamaha dan salah satu pembalap yang menggunakan motor dari pabrikan asal Iwata, Jepang, Fabio Quartararo langsung melambung jadi kandidat kuat juara musim ini.

Salah satu alasannya, performa Yamaha dengan para pembalapnya yang begitu optimal dalam dua balapan pertama.

Kans Yamaha juara makin besar lagi setelah tahu Marc Marquez akan absen panjang di MotoGP 2020 karena harus menjalani operasi kedua setelah pelat hasil operasi pertama patah.

Akan tetapi, keuntungan tersebut tidak direspons cepat Yamaha dengan memperbaiki masalah elektronik dan sistem katup yang terjadi pada motor Rossi serta Morbidelli.

Rossi mengalami masalah elektronik di MotoGP Spanyol, sedangkan Morbidelli gagal finis di MotoGP Andalusia karena persoalan mesin (sistem katup).

Lebih parahnya lagi, masalah ini membuat Yamaha harus membuka segel mesin keempat mereka ketika musim baru menyelesaikan dua balapan dan masih menyisakan 12 seri lagi, dikutip dari Autosport. Bahkan, Vinales sudah menggunakan kelima jatah mesin di MotoGP 2020.

Italian rider Valentino Rossi of the Monster Energy Yamaha MotoGP after crashing during the MotoGP race of the French Motorcycle Grand Prix at the Le Mans racetrack, in Le Mans, France, Sunday, Oct. 11, 2020. (AP Photo/David Vincent)Valentino Rossi mengalami banyak masalah di musim ini. (AP/David Vincent)

Pembukaan segel itu yang akhirnya jadi pertanyaan dari anggota Motor Sport Manufacturer Association (MSMA). Karena untuk membuka segel mesin, Yamaha perlu persetujuan anggota MSMA.

Problem lain yang mengintai Yamaha adalah degradasi ban dan cengkeraman di lintasan. Hal itu terbukti di MotoGP Ceko, meskipun Franco Morbidelli bisa podium kedua.

Pada seri ketiga tersebut Vinales finis ke-14 walau start dari grid kelima. Sedangkan Quartararo yang start kedua melorot ke posisi ketujuh karena tidak memiliki kecepatan yang sama dengan balapan sebelumnya.

Keterpurukan Yamaha berlanjut di MotoGP Austria. Tidak ada pembalap mereka yang podium pada seri keempat ini, yang terbaik hanya Rossi finis kelima.

Vinales yang meraih pole position finis ke-10, Quartararo yang start dari tempat ketiga finis kedelapan, sedangkan Morbidelli kecelakaan.

MotoGP Styria jadi salah satu sinyal bahwa Yamaha masih bermasalah di MotoGP 2020. Pada balapan tersebut Vinales gagal finis setelah kecelakaan karena masalah rem, Morbidelli finis ke-15, sedangkan Quartararo finis ke-13. Hanya Rossi dengan posisi terbaik di peringkat kesembilan.

Morbidelli menang di MotoGP San Marino, Vinales menang di MotoGP Emilia Romagna, dan Quartararo kembali menang di MotoGP Catalunya.Hanya saja, masalah-masalah tersebut masih tertutupi dengan kegemilangan para pembalap mereka. Dalam tiga seri berikutnya, pembalap dengan motor Yamaha jadi pemenang seri.

Sampai dengan di Catalunya, Quartararo masih di puncak klasemen, walaupun sempat disalip Andrea Dovizioso. Di kelas kontruktor Yamaha unggul 37 poin atas Ducati, dan Petronas masih di atas Suzuki.

Tanda-tanda keterpurukan Yamaha terlihat di MotoGP Aragon. Valentino Rossi gagal tampil karena dinyatakan positif virus corona.

Situasi buruk tersebut berlanjut dengan tidak ada pembalap dengan motor Yamaha yang naik podium. Itu kedua kalinya secara beruntun bagi Yamaha setelah MotoGP Prancis.

Klasemen pembalap MotoGP 2020 berubah, Joan Mir menyalip Quartararo. Posisi konstruktor masih aman, Yamaha unggul 23 poin atas Ducati. Tetapi di level tim, Suzuki Ecstar unggul 4 poin atas Petronas.

Kejatuhan Yamaha di musim ini datang jelang MotoGP Eropa 2020 di Sirkuit Ricardo Tormo. Sebelum balapan, Yamaha di level konstruktor mendapat sanksi pengurangan 50 poin karena melanggar regulasi mesin yang terjadi di MotoGP Spanyol serta Andalusia.

Dua tim Yamaha, Monster Energy dan Petronas juga dikurangi 20 serta 37 poin. Sementara itu, Vinales yang menggunakan mesin keenam dihukum start dari pit lane.

Usai balapan MotoGP Eropa Yamaha benar-benar hancur lebur, meskipun Morbidelli bisa podium kedua. Pada balapan itu juga peluang Yamaha juara bakal tertutup.

 

Joan Mir mengungguli Quartararo 37 poin, Suzuki di puncak klasemen konstruktor dan Ecstar unggul 82 poin atas Petronas.

Di MotoGP Eropa juga Quartararo tidak bisa bersaing untuk memenangi balapan karena masalah yang sama sejak awal musim. Ditambah lagi pembalap asal Prancis itu kecelakaan, meski bisa melanjutkan balapan dan finis ke-14.

Sampai akhirnya, Joan Mir finis ketujuh di MotoGP Valencia dan mengunci gelar juara musim ini. Sedangkan Quartararo kecelakaan dan gagal meraih poin di Valencia. Pada saat itu juga Yamaha kehilangan segalanya dari yang ditargetkan sejak awal musim.

Di musim ini Yamaha tidak saja bermasalah dengan mesin dan perangkat lainnya, tapi tidak menjadi tim yang solid.

Hal itu terlihat dari ribu-ribut Rossi dengan mekanik Yamaha pada awal musim. Jelang MotoGP Andalusia, The Doctor menginginkan perubahan setelan pada motor, namun ditolak mekanik Yamaha berdasarkan data-data yang mereka miliki.

Keributan itu menggambarkan internal Yamaha yang belum solid. Meski pada akhirnya permintaan Rossi dikabulkan dan pembalap 41 tahun itu meraih podium ketiga di MotoGP Andalusia.

Situasi berbeda terjadi pada Suzuki yang lebih solid di musim ini. Salah satu faktornya, Suzuki tidak punya tim satelit, sehingga mereka bisa fokus pada satu tim dan dua pembalapnya. Dengan begitu, tim asal Hamamatsu Jepang tersebut tidak memiliki banyak masalah pada motor di musim ini.

Sementara itu, di tim pabrikan lain yang memiliki tim satelit seperti Yamaha dan Ducati, mereka harus membagi konsentrasi untuk tim pabrikan dan satelit. Fokus itu akan makin terkuras jika performa tim satelit mereka lebih bagus ketimbang pabrikan.Dengan tidak memiliki masalah pada motor, Joan Mir dan Alex Rins bisa nyaman dan konsentrasi penuh saat balapan. Kekurangan tidak memiliki tim satelit yang bisa menambah poin di level konstruktor bisa ditutupi dengan performa apik kedua pembalap mereka.

Yamaha mengalami hal itu. Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo mempunyai penampilan lebih bagus ketimbang Rossi dan Vinales.

Jelang MotoGP Portugal 2020 yang akan jadi seri penutup musim ini, Yamaha tidak memiliki pilihan selain meraih hasil terbaik.

Sekalipun para pembalapnya menang di balapan pemungkas itu, mereka tidak akan juara. Begitu juga dengan level konstruktor yang saat ini jadi perebutan antara Suzuki dan Ducati.

Di tingkat tim-tim balap, Suzuki Ecstar kukuh di puncak klasemen dan tidak akan tergeser oleh Petronas yang kini menempati posisi kedua.

Dengan begitu, antiklimaks untuk Yamaha di MotoGP 2020 tetap berlaku. Dari jagoan yang digadang-gadang juara, Yamaha menurun jadi konstruktor kalahan.

Live streaming MotoGP Portugal 2020, Minggu (22/11), bisa disaksikan di CNNIndonesia.com, sementara siaran langsung balapan dapat ditonton di Trans7.