Axelsen Usai Indonesia Mundur: All England Tak Lagi Sama

Pebulutangkis Denmark, Viktor Axelsen turut bersimpati kepada Indonesia usai dipaksa mundur dari All England 2021 pada Kamis (18/3) kemarin.

readyviewed Indonesia harus mundur dari All England 2021 karena wajib menjalani isolasi selama 10 hari. Hal itu harus dilakukan karena ada temuan kasus positif Covid-19 di pesawat yang ditumpangi dari Istanbul ke Birmingham mengacu email dari otoritas kesehatan Inggris (NHS).

Dari 24 orang rombongan Indonesia, 20 orang mendapatkan email pemberitahuan isolasi. Empat orang lainnya yakni Mohammad Ahsan, Irwansyah (asisten pelatih), Iwan Hermawan (Kasubid Sport Science), dan Gilang (Masseur) tidak mendapatkan email tersebut.

 

Situasi yang terjadi ini turut menjadi perhatian Axelsen. Pebulutangkis nomor dua dunia itu menyampaikan simpati untuk Indonesia dan juga pebulutangkis Turki, Neslihan Yigit yang tidak bisa melanjutkan kiprah di All England.

“Turut menyesal untuk Tim Indonesia dan Neslihan Yigit. All England tidak lagi sama tanpa banyak pemain hebat,” tulis Axelsen di Instagram Story miliknya.

Sebelum munculnya pemberitahuan dari Pemerintah Inggris, seluruh pemain Indonesia telah dinyatakan negatif Covid-19. Bahkan, tiga dari tujuh wakil Indonesia sudah menjalani laga babak pertama.

Keputusan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memaksa Indonesia mundur dari All England 2021 kemudian menuai banyak kecaman. Bahkan, manajer tim Indonesia Ricky Subagja meminta All England disetop karena kasus ini.Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Jonatan Christie, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil memastikan tiket ke babak kedua. Namun ketiganya tidak dapat berlaga lantaran diwajibkan isolasi dan mundur dari turnamen.

“Logikanya seharusnya semua pemain di tes PCR karena kami sempat berinteraksi di hotel, bus, dan arena bertanding. Kami bertemu dengan negara lain. Intinya, sesegera mungkin tes PCR. Kalau memungkinkan disetop kejuaraan All England,” ucap Ricky, Kamis (18/3) petang WIB.

All England 2021 sendiri tetap berjalan usai kasus yang dialami Indonesia. Seluruh pertandingan babak kedua bahkan telah rampung digelar pada Kamis (18/3) waktu setempat.