Bekuk Liverpool, Madrid Tak Butuh Tim Terbaik

 

Real Madrid menang 3-1 atas Liverpool di pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions tanpa pemain terbaik.

Sejak jauh-jauh hari diketahui sang kapten Sergio Ramos bakal absen dalam laga ulangan final Liga Champions 2018 karena cedera betis. Tanpa Ramos, ‘bumbu’ pertandinan pun berkurang. Duel Ramos dan Mohamed Salah dalam partai puncak tiga tahun lalu batal terulang.

Selain tidak diperkuat Ramos, beberapa jam jelang pertandingan diketahui Zinedine Zidane tidak dapat memainkan Raphael Varane yang diketahui positif Covid-19.

 

Dalam pertandingan menjamu Liverpool, Madrid juga tidak bisa memainkan Dani Carvajal serta Eden Hazard yang menjadi ‘manusia kaca’ baru di Los Merengues.

Tanpa Ramos dan Varane, duet bek tengah Madrid diisi Eder Militao dan Nacho. Alih-alih memainkan formasi tiga bek dengan menempatkan Ferland Mendy sebagai center bek, Zidane mengandalkan formasi 4-3-3 sebagaimana biasa.

Cukup mengagetkan melihat Madrid langsung tampil agresif sejak menit pertama dan sudah membuat Alisson Becker akrab dengan bola.

Soccer Football - Champions League - Quarter Final - First Leg - Real Madrid v Liverpool - Estadio Alfredo Di Stefano, Madrid, Spain - April 6, 2021 Real Madrid's Marco Asensio celebrates scoring their second goal with teammates REUTERS/Susana VeraLiverpool mengamankan kemenangan di leg pertama perempat final Liga Champions. (REUTERS/SUSANA VERA)

Madrid mampu tampil dengan solid sehingga membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan. Pressing The Reds terlihat tak bisa meredam Madrid membangun serangan.

Permainan cepat dengan satu sentuhan terlihat mudah sekali diperagakan pemain-pemain Los Blancos. Padahal bermain dengan cara tersebut menuntut para pemain cepat dalam mengambil keputusan dan kemampuan akurasi umpan yang baik.

Sebaliknya setiap upaya Liverpool memulai serangan kerap kandas di tengah. Permainan rapat Madrid menyulitkan tamu mencari celah.

Serangan dari sayap yang biasanya dilakukan dua full back Liverpool pun tak terlihat. Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson dibuat sibuk menggalang pertahanan lantaran Vinicius Junior dan Marco Asensio kerap menekan Liverpool dari kiri dan kanan.

Vinicius yang didatangkan Madrid dari Flamengo pada 2018 layak disebut sebagai salah satu bintang kemenangan dalam leg pertama perempat final Liga Champions.Terutama Vinicius, pemain asal Brasil tersebut tampak dijadikan motor serangan Madrid. Sisi kiri Madrid pun tercatat lebih menyala di heat map lantaran aktivitas Vinicius yang sering menyisir sayap mengobrak-abrik The Reds.

Pemain 20 tahun itu tak cuma giat mengeksplorasi sisi sayap dan membuat Alexander-Arnold kelimpungan, tetapi juga mencetak gol.

Vinicius tampil tenang menyelinap di pertahanan Liverpool. Alexander-Arnold dan Nathaniel Phillips tak bisa mengantisipasi pergerakan Vinicius dan readyviewed umpan jenius Toni Kroos yang menjadi assist dari gol pertama El Real.

Selain Vinicius, arsitek kemenangan Madrid lainnya adalah Toni Kroos. Gelandang asal Jerman itu kembali mengirimkan umpan yang mengawali proses gol kedua Madrid.

Bola ajaib Kroos gagal dihalau dengan baik oleh Alexander-Arnold. Alih-alih membuang bola, bek kanan timnas Inggris itu malah menyodorkan si kulit bundar kepada Asensio yang kemudian tak menemui kesulitan menaklukkan Alisson.

Guna merespons ketinggalan dua gol dan bermaksud meredam lini tengah tuan rumah, Jurgen Klopp lantas memasukkan Thiago Alcantara menggantikan Naby Keita jelang babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua permainan Liverpool terlihat berubah. Jelas sekali Sadio Mane dan kawan-kawan tak ingin tertinggal lebih jauh dari Madrid.

Setelah tanpa tembakan pada babak pertama, Liverpool kemudian mencatatkan serangkaian tembakan ke gawang Madrid pada babak kedua.

Liverpool merapatkan jarak dan memunculkan harapan, namun Madrid kemudian merespons dengan baik. Karim Benzema dan kawan-kawan kemudian kembali bermain rapat dan menutup ruang-ruang gerak Liverpool.

Vinicius kemudian kembali memainkan peran penting dengan mencetak gol yang menandai Madrid belum habis di Liga Champions. Sebuah permainan simpel Madrid yang diawali dari situasi lemparan ke dalam dituntaskan Vinicius dengan tegas dan terukur.

Real Madrid's French coach Zinedine Zidane reacts during the UEFA Champions League first leg quarter-final football match between Real Madrid and Liverpool at the Alfredo di Stefano stadium in Valdebebas in the outskirts of Madrid on April 6, 2021. (Photo by GABRIEL BOUYS / AFP)Zinedine Zidane kembali mengalahkan Jurgen Klopp di Liga Champions. (Photo by GABRIEL BOUYS / AFP)

Madrid menuntaskan separuh pekerjaan dengan cukup baik. Duet Eder Militao dan Nacho yang dikhawatirkan menjadi masalah di lini belakang, lantaran jarang dimainkan bersama, tak menimbulkan problem.

Pertahanan Madrid yang dimulai dari lini tengah menjadi faktor yang membuat Liverpool gagal bermain-main di sepertiga akhir lapangan.

Ketika Madrid lengah, Jota dan Salah membuktikan kemampuan mereka sebagai aktor lini depan yang mumpuni dengan sebuah gol yang menjadi modal laga kandang pada pekan depan.

Efektivitas permainan Madrid pun patut mendapat kredit. Dari total penguasaan bola sekitar 46 persen, Madrid bisa melepaskan 16 tembakan. Sementara Liverpool hanya tujuh tembakan.

Skor 3-1, yang serupa dengan hasil final Liga Champions 2018, pada akhirnya belum akan menentukan siapa yang melangkah ke semifinal.

Madrid dan Liverpool masih memiliki kans. Keunggulan dua gol menjadi keuntungan bagi klub penguasa Liga Champions, namun dua gol di kandang juga bukan perkara yang sulit jika Liverpool berada dalam permainan terbaik.

Terlebih ada faktor El Clasico pada akhir pekan ini yang bakal memberi pengaruh pada Madrid
.