Cadangkan Pogba, Solskjaer Dimarahi Legenda MU

 

Legenda Manchester United, Phil Neville mengkritik keputusan Ole Gunnar Solskjaer menempatkan Paul Pogba di bangku cadangan.

Dalam dua laga terakhir, Pogba turun bermain sebagai pemain cadangan. Bagi Phil, hal tersebut merupakan sebuah langkah mengecewakan.

“Saya rasa ini sebuah kenyataan memalukan bahwa Pogba tidak masuk dalam tim inti.”

 

“Agar Manchester United bisa memenangkan liga, agar United bisa sukses, agar United bisa memainkan gaya yang diinginkan Ole, dia harus memainkan Pogba,” tutur Phil seperti dikutip dari Daily Mail.

Manchester United's manager Ole Gunnar Solskjaer gestures during the English Premier League soccer match between Everton and Manchester United at the Goodison Park stadium in Liverpool, England, Saturday, Nov. 7, 2020. (Carl Recine/Pool via AP)Phil Neville meminta Solskjaer lebih sering memainkan Paul Pogba. ( AP/Carl Recine)

Menurut Phil, Pogba sudah sepatutnya mendapatkan garansi di tim inti Manchester United seperti halnya Bruno Fernandes.

“Dia bisa memainkan salah satu dari Matic, Fred, atau McTominay. Kemudian dia memainkan Pogba bersama Fernandes,” kata Phil.

Phil Neville juga mengakui bahwa Pogba bakal kesulitan menampilkan performa terbaik bila ditempatkan pada posisi sebagai gelandang bertahan. Namun Phil menilai Manchester United sudah selayaknya mengembangkan pola yang mendukung kehadiran Pogba sebagai gelandang serang.

“Mungkin tidak [dipercaya sebagai gelandang bertahan] namun saya tetap memilih bermain menyerang dan mencetak gol serta meraih kemenangan dengan Pogba ada di tim.”

“Saya tahu bahwa saya pernah mengatakan Pogba ingin hengkang, tak ingin berada di MU dan juga berbicara tentang inkonsistensi Pogba. Namun saya tetap berpikir bahwa dia adalah salah satu gelandang terbaik yang ada. Itulah mengapa saya berpikir kenapa Pogba tidak berada di tim inti,” ucap Phil.Manchester United menjalani awal musim Liga Inggris dengan hasil kurang baik. Mereka masih tertahan di posisi 14 dengan nilai 10 poin, tertinggal delapan angka dari Leicester City yang menjadi pemuncak klasemen.