Cara Liverpool Comeback Lawan Madrid di Liga Champions

 

Mantan pelatih Liverpool Rafa Benitez mengungkapkan cara untuk melakukan comeback melawan Real Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (15/4) dini hari WIB.

Benitez pernah menangani Liverpool maupun Madrid. Namun, kariernya lebih gemilang ketika menangani The Reds termasuk saat meraih trofi Liga Champions 2005.

Gelar tersebut jadi momen yang sulit dilupakan penggemar Liverpool. Sempat tertinggal 0-3 dari AC Milan di babak pertama, Steven Gerrard dkk mampu bangkit dan menyamakan kedudukan di babak kedua.

 

Liverpool akhirnya keluar sebagai juara setelah berhasil memenangi drama adu penalti yang menegangkan dengan skor 3-2 di Istanbul, Turki.

Benitez percaya Liverpool masih punya kans untuk membalikkan keadaan saat menjamu Los Blancos di Anfield. Dengan catatan, Mohamed Salah dkk harus bisa bermain sabar.

“Caranya adalah, jika Anda mencetak satu gol, berarti Anda kembali dalam permainan. Bahkan jika itu membutuhkan waktu sejam, biarkanlah,” kata Benitez dilansir Liverpool Echo.

“Menurut saya, kuncinya adalah jangan terlalu cemas dan jangan terburu-buru. Pertahankan level konsentrasi dan tetap fokus,” tambah pria asal Spanyol itu.

readyviewed Saat ini Liverpool tertinggal 1-3 berkat kekalahan di Stadion Alfredo Di Stefano. Vincius Junior mencetak dua gol dan satu gol lainnya dijaringkan Marco Asensio. Sementara satu-satunya gol balasan Liverpool dicetak Mohamed Salah.

“Dengan para pemain yang berkualitas, sebuah gol akan tercipta. Tapi Liverpool harus dalam posisi tidak kebobolan, dan mereka akan harus menjadi lebih agresif di Anfield dan bermain dengan intensitas lebih tinggi selama lebih dari 90 menit daripada yang mereka lakukan di Madrid,” tutur Benitez.Liverpool membutuhkan kemenangan besar atau minimal dua gol tanpa kebobolan jika ingin memastikan lolos ke semifinal. Bagi Benitez, skuad The Reds saat ini cukup mumpuni untuk membalikkan kekalahan 1-3 di Spanyol.

Misi Liverpool untuk membalikkan skor memang tak mudah. Namun, keajaiban bisa saja terjadi jika tidak tergesa-gesa mencuri gol lebih dulu tanpa kebobolan.