El Clasico, Zidane Lebih Mentereng dari Koeman

 

Zinedine Zidane akan bertemu Ronald Koeman pertama kalinya ketika Real Madrid menyambangi markas Barcelona, Sabtu (24/10) malam WIB. Ini menjadi laga El Clasico pertama musim ini.

Zidane punya rekor apik kala bertemu Barcelona bersama Madrid. Total sudah sembilan kali Zidane terlibat di El Clasico sebagai pelatih.

Dari sembilan laga El Clasico, Madrid menang empat kali, tiga seri, dan dua kalah.

 

Bagusnya lagi, Zidane tak pernah kalah ketika membawa anak asuhnya bermain di Camp Nou.

Dari lima kali lawatan di markas Blaugrana, Madrid di bawah kendali Zidane dua kali menang dan tiga kali seri.

Netherlands' coach Ronald Koeman looks on prior to the Euro 2020 football qualification match between Belarus and the Netherlands in Minsk on October 13, 2019. (Photo by Sergei GAPON / AFP)Ronald Koeman bakal menjalani laga El Clasico pertamanya sebagai pelatih Barcelona. (Sergei GAPON / AFP).

Sementara bagi Koeman, ini menjadi laga El Clasico pertamanya sebagai pelatih Barcelona.

Dari segi prestasi sebagai pelatih, Zidane juga lebih unggul dari Koeman.

Meski baru melatih satu klub, yakni Madrid, namun Zidane sudah beberapa kali membawa Los Blancos juara di beberapa ajang bergengsi, salah satunya Liga Champions.

Tercatat, pria Prancis itu sudah tiga kali juara Liga Champions bersama Madrid. Diikuti dengan dua kali juara Liga Spanyol, dua kali Piala Super Spanyol, dua kali Piala Dunia Antarklub, dan dua kali Piala Super Eropa.

Capaiannya, tiga kali juara Liga Belanda, satu kali Piala Liga Belanda, sekali Piala Super Spanyol, dua kali Piala Super Belanda, dan satu kali Piala Super Portugal.Sementara Koeman, sudah melatih sejumlah klub. Mulai dari Ajax Amsterdam, Benfica, PSV Eindhoven, Valencia, AZ Alkmaar, dan Everton.

Kini keduanya untuk pertama kali bertemu di ajang El Clasico besok malam.

Di musim ini, Barcelona di bawah Koeman sudah memenangkan empat laga dan sekali kalah di semua ajang.

Sedangkan Zidane sudah membawa Madrid menang tiga kali, sekali seri, dan dua kali kalah di semua kompetisi.