Hadapi Chelsea, Madrid Melawan Dua Musuh

Real Madrid memiliki setumpuk persoalan jelang melawan Chelsea di leg pertama babak semifinal Liga Champions di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (28/4) dini hari waktu Indonesia.

Madrid tidak saja melawan Chelsea di leg pertama babak semifinal Liga Champions, tetapi juga faktor nonteknis lain yang bisa memengaruhi performa Los Blancos.

Konsentrasi di klasemen Liga Spanyol hingga ancaman dari UEFA terkait keterlibatan di European Super League jadi sejumlah aspek yang mengganggu Madrid.

 

Pertarungan semifinal ini penting bagi kedua tim. Khusus untuk Madrid, musim ini bisa jadi momentum bagi Los Merengues meraih kejayaan setelah nyaris terpuruk dalam beberapa musim belakangan.

Sementara Chelsea, ingin melanjutkan tren bagus bersama Thomas Tuchel di musim ini.

Madrid yang sejak awal performanya diragukan di berbagai ajang bisa membuktikan diri hingga mencapai semifinal. Pada awal musim, tim asuhan Zinedine Zidane ini seolah layak dipandang sebelah mata lantaran tidak melakukan perekrutan pemain.

Hal itu diperparah fakta bahwa Madrid justru menjual para pemain potensialnya seperti Achraf Hakimi, Sergio Reguilon, hingga Oscar Rodriguez guna mendapatkan dana segar agar bisa bertahan di tengah dampak pandemi Covid-19.

Akan tetapi, meski tanpa perekrutan pemain baru, Karim Benzema dan kawan-kawan bisa membuktikan bahwa mereka ‘jagoan’ di Liga Champions.

 

Soccer Football - La Liga Santander - Real Madrid v Real Betis - Estadio Alfredo Di Stefano, Madrid, Spain - April 24, 2021 Real Madrid's Luka Modric in action with Real Betis' Sergio Canales REUTERS/Juan MedinaDiimbangi Betis, konsentrasi Madrid di Liga Champions terbelah. (REUTERS/JUAN MEDINA)

Setelah nyaris kandas di fase grup, Madrid sukses melewati Atalanta hingga melumpuhkan Liverpool di babak perempat final. Kini, laga semifinal melawan Chelsea jadi ujian sebenarnya bagi klub ibu kota.

Hanya saja, jelang melawan The Blues di leg pertama nanti, Madrid tampaknya tengah dipusingkan dengan sejumlah persoalan.

Salah satunya, konsentrasi Madrid yang terbelah antara di Liga Spanyol dan Liga Champions. Madrid masih memiliki kans juara di La Liga dan Liga Champions.

Di kompetisi domestik, Madrid membuang peluang menempel ketat Atletico Madrid di puncak klasemen setelah ditahan Real Betis 0-0, Minggu (25/4) dini hari waktu Indonesia.

Dalam pertandingan itu, Madrid menurunkan kekuatan terbaiknya, hanya minus Marcelo, Toni Kroos, dan Vinicius Junior yang disimpan untuk melawan Chelsea.

Akan tetapi, kekuatan Madrid tersebut tidak juga mampu membobol gawang Betis yang dijaga Claudio Bravo. Dengan hanya meraih satu poin melawan Betis, Madrid kini tertinggal dua poin di belakang Atletico, namun memiliki poin sama dengan Barcelona.

Kondisi itu tidak menguntungkan Madrid, lantaran Blaugrana masih memiliki tabungan satu pertandingan, dan berpotensi menyalip Los Blancos.

Situasi lain yang bisa mengganggu Madrid adalah ancaman dari UEFA soal European Super League. UEFA menjadikan Madrid, Barcelona, dan Juventus sebagai sorotan terkait Super League ini.

 

Melihat pernyataan Ceferin itu, Madrid berpotensi mendapat sanksi berat karena masih menggaungkan kompetisi yang memisahkan diri dari UEFA tersebut.Pasalnya, ketiga klub tersebut yang masih ngotot eksis di European Super League. Sementara itu, sembilan klub lain sudah mundur. Menurut Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, pihaknya perlu menjatuhkan sanksi yang berbeda kepada klub-klub yang sempat terlibat di Super League.

Situasi harap-harap cemas itu berpotensi memengaruhi performa Madrid melawan Chelsea. Jika Madrid lengah, Chelsea bisa memenangkan leg pertama ini seperti ketika melawan Atletico di babak 16 besar.

Sebaliknya, dengan Madrid tetap fokus melawan Chelsea dan tidak terpengaruh pada kondisi klasemen La Liga, juara Liga Champions 13 kali itu bisa menumbangkan klub asal London tersebut di leg pertama.

Terlebih lagi, tuan rumah akan tampil dengan para pemain andalan. Marcelo, Kroos, dan Vinicius bisa dimainkan, begitu juga dengan Sergio Ramos.

Rapor Madrid bertemu klub-klub asal Inggris juga cukup menawan, menang 17 kali dengan kalah 13 kali dalam 42 pertemuan.

Kondisi berbeda dirasakan Chelsea. Secara teknis dan nonteknis, The Blues lebih baik dibandingkan dengan Real Madrid.

Pada pertandingan terakhir, Chelsea sukses mengalahkan West Ham United 1-0 yang jadi rival utama mereka dalam perebutan posisi empat besar Liga Inggris.

Selain itu, Chelsea juga punya rapor laga tandang di Liga Champions musim ini yang sangat impresif karena selalu menang dalam empat pertandingan.

Di Liga Champions 2020/2021 Chelsea sudah dua kali bertemu wakil Spanyol. Melawan Sevilla di fase grup dan bertemu Atletico Madrid di babak 16 besar.

Menariknya, Thomas Pulisic dan kawan-kawan tidak menelan kekalahan saat bertemu dua wakil Spanyol tersebut. Di Grup E, Chelsea diimbangi Sevilla 0-0 di kandang, lalu menang telak 4-0 di kandang lawan.

Hasil lebih baik terjadi di babak 16 besar. Setelah menang 1-0 di Wanda Metropolitano, klub asal London itu menang 2-0 di Stamford Bridge.

 

Soccer Football - Premier League - West Ham United v Chelsea - London Stadium, London, Britain - April 24, 2021 Chelsea's Timo Werner celebrates scoring their first goal with Cesar Azpilicueta as West Ham United's Vladimir Coufal looks dejected Pool via REUTERS/Alastair Grant EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 75 images, no video emulation. No use in betting, games or single club /league/player publications.  Please contact your account representative for further details.Chelsea dalam tren bagus di kompetisi domestik. (Pool via REUTERS/ALASTAIR GRANT)

Rapor apik itu bisa jadi modal bagi Chelsea melawan Madrid yang dinilai memiliki tradisi juara di Liga Champions.

Selain rapor di musim ini, Chelsea juga punya catatan bagus melawan Madrid di Eropa. Pertandingan nanti sebenarnya jadi pertemuan pertama bagi Chelsea dan Madrid di kompetisi Eropa sejak tahun 2000.

Terakhir kali Chelsea melawan Madrid di Piala Super Eropa musim 1998/1999. Ketika itu Chelsea menang 1-0 berkat gol Gustavo Poyet.

 

Di luar statistik di atas, kekuatan Chelsea juga lebih lengkap dibandingkan dengan Madrid. Pada leg pertama, hanya gelandang Mateo Kovacic yang akan absen bersama Chelsea.Sebelum duel di Piala Super Eropa itu, Chelsea dua kali melawan Madrid di Piala Winners 1970/1971. Dari dua laga itu, Chelsea menang satu kali (2-1) dan sekali imbang.

Komposisi pemain Chelsea di musim ini lebih merata. Setiap sektor juga memiliki kans mencetak gol. Ketika lini serang seperti Kai Havertz, Timo Werner, atau Olivier Giroud tengah buntu, Chelsea bisa mengandalkan Mason Mount, Pulisic, hingga Ben Chillwell.

Sebagai variasi dari strategi bermain, Tuchel bisa memainkan Havertz di depan dan menempatkan Werner sedikit ke belakang. Fleksibilitas itu yang bisa jadi ancaman sebenarnya bagi Madrid. Karena serangan dan peluang gol bagi tim tamu bisa datang dari lini mana saja.Pelatih Thomas Tuchel juga memiliki taktik yang lebih fleksibel di Chelsea. Arsitek asal Jerman itu tidak melulu memainkan Werner di depan atau Havertz di lini tengah.