Indonesia Dipaksa Mundur di All England, BWF Tak Bisa Apa-apa

Manajer Indonesia Ricky Soebagdja menyatakan Badminton World Federation (BWF) tak bisa berbuat banyak saat Tim Indonesia dipaksa mundur dari All England.

readyviewed Tim Indonesia dipaksa mundur dari All England lantaran diketahui ada kasus positif dalam penerbangan yang ditumpangi oleh skuad Indonesia dari Istanbul ke Birmingham.

l

Sejumlah anggota skuad Indonesia mendapatkan email dari Pemerintah Inggris terkait informasi bahwa mereka harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Hal itu dikarenakan ada seseorang yang dinyatakan positif dalam penerbangan yang sama dengan yang ditumpangi oleh skuad Indonesia.

 

readyviewed “Email dari pemerintah Inggris, dampaknya ke tim kita dan dampaknya sangat-sangat dirugikan. BWF tak bisa berbuat banyak dengan masalah yang kita hadapi saat ini,” ucap manajer Indonesia Ricky Soebagdja.

Anthony Sinisuka GintingAnthony Ginting belum sempat bertanding di All England. (Dok. Humas PBSI)

Ricky menyatakan ada 20 dari 24 orang dalam skuad Indonesia yang mendapatkan email pemberitahuan dari pemerintah Inggris terkait kewajiban isolasi mandiri 10 hari.

readyviewed “Ada beberapa dari kita yang tidak mendapatkan email. Hasil email menyatakan 10 hari isolasi. Kebetulan setelah terakhir kali Ahsan/Hendra main, semua [rombongan skuad Indonesia] harus isolasi di hotel.”

“Sempat ditanyakan ke panitia, BWF tidak bisa berbuat banyak karena mereka menyampaikan aturan dari Pemerintah Inggris,” ujar Ricky.

Tiga wakil Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Jonatan Christie, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sudah sempat bertanding di babak pertama All England dan meraih kemenangan sebelum pengumuman tersebut terjadi. Alhasil, seluruh pemain Indonesia harus mundur dari All England dan menjalani isolasi mandiri 10 hari di Inggris.