Inter Gagal Gara-gara Lukaku, Conte Bentak Istri Direktur PSG

Pelatih Antonio Conte marah-marah dan membentak seorang reporter, Anna Billo yang juga istri Direktur Olahraga PSG, Leonardo, usai Inter Milan tersingkir dari Liga Champions.

readyviewed Inter gagal meraih poin penuh saat menjamu Shakhtar Donetsk setelah bermain imbang 0-0. Romero Lukaku pun menjadi sorotan karena menjadi ‘bek’ Shakhtar yang menggagalkan peluang gol Alexis Sanchez di menit ke-89.

Andai bola sundulan Sanchez tak mengenai kepala Lukaku dan masuk ke gawang, Inter bakal unggul 1-0 dan bukan tak mungkin bertahan hingga usai sebagai modal merebut tiket lolos ke 16 besar.

Dilansir Football-Italia, setelah pertandingan, Conte yang menggelar jumpa pers terlihat sangat emosional karena suasana hatinya masih buruk.

Eks pelatih Chelsea itu ditanya soal kenapa Inter tak mampu meraih kemenangan dalam dua laga melawan Shakhtar. Padahal Inter pernah membantainya 5-0 di semifinal Liga Europa musim lalu.Conte mendapat salah satu pertanyaan dari reporter Anna Billlo terkait hasil yang didapat I Nerrazzurri.

Conte yang mendapat pertanyaan itu kesal dan membentak Anna. Dengan nada yang terus meninggi dia meminta Anna berpikir lebih dulu sebelum bertanya.

“Shakhtar datang ke sini dan mengubah taktik mereka melawan kami untuk menetralikan kami. Mereka kalah 0-5, itulah mengapa mereka berubah. Pikirkan sebelum mengajukan pertanyaan!” kata Conte membentak Anna.

Inter Milan's Romelu Lukaku, right, challenges for the ball with Shakhtar's Valeriy Bondar and his teammate Taras Stepanenko, left, during the Champions League group B soccer match between Inter Milan and Shakhtar Donetsk at the San Siro stadium in Milan, Italy, Wednesday, Dec. 9, 2020. (AP Photo/Antonio Calanni)Hasil imbang 0-0 melawan Shakhtar Donetsk membuat Inter Milan tersingkir dari Liga Champions. (AP/Antonio Calanni).

Conte juga menyebut bahwa Inter harus berbenah dan melakukan evaluasi menyeluruh. Conte merasa Inter sama sekali tak kekurangan tekad selama pertandingan melawan Shakhtar.

“Kami kekurangan gol dan sepanjang musim Liga Champions, kami tidak beruntung dengan wasit dan VAR,” ujar Conte lagi.”Kami harus mengevaluasi semuanya dengan kepala dingin. Ada banyak penyesalan dan kekecewaan, tetapi saya sama sekali tidak merasa kami kurang tekad, fokus, atau agresif,” tambahnya.