Jejak Hitam Coltescu, Wasit Rasial di Laga PSG vs Istanbul

 

Wasit keempat di laga Liga Champions antara PSG versus Istanbul Basaksehir, Sebastian Coltescu, diduga bertindak rasial. Wasit asal Rumania itu punya beberapa riwayat buruk selama menjadi wasit.

Laga PSG melawan Istanbul di matchday terakhir Grup H tak bisa dilanjutkan. Para pemain kedua tim mogok main di menit 16 usai Coltescu sebagai wasit keempat ditengarai mengeluarkan kata-kata rasial.

Coltescu diduga mengeluarkan kalimat tak pantas saat meminta wasit utama Ovidiu Hategan memberi kartu merah kepada Pierre Webo, asisten pelatih Istanbul.

 

Tak ayal para pemain Istanbul bereaksi keras. Bahkan striker Demba Ba terlibat konfrotasi dengan Coltescu.

Bukan kali ini saja Coltescu berlaku buruk di lapangan. Dilansir AS, dia punya jejak hitam yang menjadi sorotan selama berkarier sebagai wasit, termasuk di kompetisi sepak bola Rumania.

Players of Paris Saint Germain, and Istanbul Basaksehir leave the pitch, during the Champions League group H soccer match between Paris Saint Germain and Istanbul Basaksehir at the Parc des Princes stadium in Paris, Tuesday Dec. 8 , 2020. Basaksehir's assistant coach Pierre Webo was shown a straight red card in the 16th minute before the players refused to continue the match amid allegations of racism by one of the match officials. (AP Photo/Francois Mori)Para pemain PSG dan Istanbul Basaksehir mogok main usai wasit keempat Sebastian Coltescu diduga rasial. (AP/Francois Mori).

Coltescu merupakan wasit di divisi teratas Liga Rumania. Namun pada 2007 oleh FIFA dia diturunkan menjadi wasit di liga kedua. Setahun kemudian dia kembali naik level di liga teratas Rumania.

Musim ini, ia baru sekali memimpin pertandingan dalam laga Petrocub Hincesti vs Backa Topola di kualifikasi Liga Europa.

Sedangkan di musim-musim sebelumnya dia pernah menjadi wasit utama laga Atletico Madrid vs Galatasaray di ajang UEFA Youth League.

Kinerja Coltescu juga pernah mendapat sorotan dari eks pemain dan direktur FC Vaslui, Adrian Porumboiu.

“Seluruh kariernya dipenuhi dengan momen-momen kelam. Dia mungkin punya bakat, tapi dia mungkin harus memilih profesi lain, musik atau menari. Saat menjadi wasit, Anda tidak boleh memihak,” katanya.

“Setiap orang harus memahami bahwa kesalahan wasit wajar, tapi tidak selama bertahun-tahun. Tidak ada pertandingan di mana dia tidak memiliki pengaruh langsung pada hasil.”Porumboiu menambahkan, Coltescu kerap berpihak atau berat sebelah. Tentu saja keberpihakan itu mempengaruhi hasil laga.

Dua minggu lalu, tepatnya pada 23 November, Coltescu juga menjadi sorotan di laga Liga Rumania antara Gaz Metan Medias dan Steaua Bucharest. Keputusannya memberi penalti untuk Steaua menuai kontroversi.

Pemain Gaz Metan, Ronaldo Deaconu menilai poin timnya telah dicuri. Karena penalti itu membuat timnya mengubah kedudukan 2-2 menjadi 2-3.