Juara Liga Inggris Masih Buram

Setelah delapan pekan dilewati, persaingan Liga Inggris masih buram dan belum bisa mengerucut pada beberapa tim saja.

Leicester City menguasai puncak klasemen di pekan kedelapan setelah menang tipis atas Woverhampton Wanderers. Kemenangan ini membuat The Foxes berdiri di puncak klasemen dengan keunggulan satu poin atas Tottenham Hotspur dan Liverpool.

Namun mengacu pada selisih poin yang ada, perburuan Liga Inggris musim ini belum bisa disimpulkan dengan jelas.

 

Leicester, Tottenham, dan Liverpool tidak bisa tenang-tenang di posisi tiga besar karena perbedaan poin yang masih tipis. Jarak antara Leicester di posisi pertama dengan Leeds di peringkat ketiga hanya delapan poin.

Bisa dilihat bahwa kekalahan di 1-2 pertandingan bisa langsung mempengaruhi posisi di klasemen. Everton yang sempat perkasa di puncak ini sudah terlempar ke urutan ketujuh. Demikian pula dengan Leeds yang juga sempat mengejutkan.

Leicester's James Maddison, right shakes hands with teammate Leicester's Jamie Vardy after the end of the English Premier League soccer match between Leeds United and Leicester City at Elland Road in Leeds, England, Monday, Nov. 2, 2020. Leicester won the game 4-1. (Michael Regan/Pool via AP)Leicester saat ini jadi pemuncak klasemen Liga Inggris. (AP/Michael Regan)

Bertempur Usai Jeda Internasional

Leicester adalah tim yang mencolok di awal musim lewat tiga kemenangan beruntun atas WBA, Burnley, dan Manchester City. Namun performa mereka kemudian menurun usai dua kekalahan beruntun atas West Ham dan Aston Villa.

Sejak akhir Oktober hingga November, Leicester menghadapi jadwal berat lantaran harus menghadapi Arsenal, Leeds United, dan Wolverhampton secara beruntun. Leeds dan Wolverhampton termasuk tim kuda hitam yang juga mencolok di awal musim.

Namun Jamie Vardy dan kawan-kawan sukses melalui tiga laga awal dengan sangat baik. Mereka meraup sembilan poin dari tiga laga tersebut sehingga kembali melesat ke posisi puncak. Tak sampai di situ, Leicester juga hanya kebobolan satu gol dari laga tersebut.

Liverpool's Roberto Firmino tries to control the ball during the English Premier League soccer match between Manchester City and Liverpool at the Etihad stadium in Manchester, England, Sunday, Nov. 8, 2020. (Shaun Botterill/Pool via AP)Liverpool belum mengalami kendala usai ditinggal Virgil van Dijk yang cedera panjang. (AP/Shaun Botterill)

Leicester seolah menegaskan bahwa mereka memang sudah layak diperhitungkan sebagai tim papan atas dan pesaing perebutan zona Liga Champions tiap musim.

Rangkaian laga berat tersebut kini tinggal menyisakan satu laga yaitu duel lawan Liverpool pada 21 November mendatang. Brendan Rodgers punya waktu istirahat untuk meracik strategi yang tepat untuk menghadapi ‘The Reds’.

Liverpool sendiri tidak bisa diremehkan begitu saja. Mereka memang ternoda oleh kekalahan 2-7 dari Aston Villa. Namun di luar kekalahan itu, Liverpool jelas masih punya kualitas papan atas.

Skuat asuhan Jurgen Klopp bahkan berhasil membuktikan bahwa mereka bisa tetap tampil bagus meskipun kehilangan Virgil van Dijk untuk jangka panjang.

Mereka meraup tujuh poin dari tiga laga Liga Inggris tanpa kehadiran Van Dijk, sebuah hal yang cukup impresif terhadap tim yang selama ini diyakini terlalu tergantung pada bek asal Belanda itu.

Laga lawan Leicester juga jadi penentuan bagi Liverpool untuk menegaskan kualitas mereka. Setelah bermain imbang lawan Manchester City, mereka butuh penegasan yang lebih kuat dalam duel lawan Leicester.

Tim London Mengancam

Tottenham Hotspur bisa dibilang merupakan tim dengan tren paling baik saat ini. Setelah kalah 0-1 dari Everton di awal musim, Tottenham meraih lima kemenangan dan dua hasil imbang.

Tottenham bahkan bisa saja menyapu tujuh kemenangan andai mereka tak membuat kesalahan di pengujung pertandingan. Dalam laga lawan Newcastle, gol balasan Callum Wilson datang lewat penalti di pengujung pertandingan.

Sedangkan pada duel lawan West Ham, Tottenham membuang keunggulan 3-0 dan tim lawan bisa menyamakan kedudukan lewat tiga gol di delapan menit terakhir.

Sebagai arsitek tim, Jose Mourinho sudah menemukan bentuk terbaik dari Tottenham. Kombinasi Harry Kane dan Son Heung Min menjelma jadi duet yang menakutkan dan saling mengisi musim ini.

Setelah melalui tiga laga lawan tim yang di atas kertas bisa dikalahkan, Tottenham bakal bertemu duel berat usai jeda internasional.

Secara beruntun, Tottenham akan menghadapi Manchester City, Chelsea, dan Arsenal. Jose Mourinho tentu kini berharap pemain-pemain Tottenham tidak mengalami masalah cedera ketika bertugas di tim nasional.

Chelsea's Timo Werner, left, celebrates after scoring his side's second goal during the English Premier League soccer match between Southampton and Chelsea at the Stamford Bridge in London, England, Saturday, Oct. 17, 2020.(Mike Hewitt/Pool via AP)Chelsea mulai menunjukkan kinerja bagus. (AP/Mike Hewitt)

Chelsea juga muncul jadi salah satu tim yang mulai tancap gas. Setelah melakukan proses adaptasi seiring kedatangan sejumlah pemain baru di awal musim, pemain-pemain anyar itu sudah mulai terlihat memberikan dampak bagus.

Chelsea tak terkalahkan di lima laga terakhir dengan torehan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Setelah jeda internasional, Chelsea akan berduel lawan Newcastle dan derby lawan Tottenham.

Serangkaian duel langsung di antara tim papan atas setelah jeda internasional tentu bakal berpengaruh besar pada pergeseran posisi di klasemen.

Soutuhampton muncul sebagai kuda hitam paling unggul di pekan kedelapan seiring keberhasilan mereka duduk di posisi keempat, bahkan sempat duduk di peringkat pertama sebelum tim-tim lain memainkan pekan kedelapan.Southampton Pemenang Kuda Hitam

Hal yang lebih menarik dari Southampton adalah mereka punya jalan berbeda dibandingkan kuda hitam lain, yaitu Everton dan Aston Villa. Bila Everton dan Aston Villa sudah menghentak dari awal musim, Southampton malah menelan dua kekalahan beruntun.

Southampton lalu bangkit dan meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang. Southampton juga membungkam Everton (2-0) dan Aston Villa (4-3) dalam duel sesama kuda hitam.

Southampton's Danny Ings scores the first goal during the English Premier League soccer match between Southampton and Chelsea at the Stamford Bridge in London, England, Saturday, Oct. 17, 2020.(Matthew Childs/Pool via AP)Southampton kini di posisi keempat padahal menelan kekalahan di dua laga awal Liga Inggris. (AP/Matthew Childs)

Hasil itu untuk sementara membuat Southampton jadi kuda hitam paling unggul.

Aston Villa yang saat ini duduk di peringkat keenam dengan 15 poin juga tak bisa dikesampingkan. Mereka masih punya sisa satu laga dibanding lima tim di atas mereka sehingag mereka sejatinya punya potensi untuk menyamai poin Leicester saat ini.

Secara umum, gambaran persaingan di Liga Inggris musim ini masih buram. Mungkin masih butuh lima laga ke depan untuk mengerucutkan persaingan dalam perburuan gelar juara.