Jurgen Klopp Alami Musim Terburuk di Liverpool

 

Pelatih Jurgen Klopp mengalami musim terburuk selama menangani Liverpool setelah The Reds dipermalukan Chelsea 0-1 di Stadion Anfield, Jumat (5/3) dini hari waktu Indonesia.

Liverpool gagal melanjutkan tren kemenangan setelah readyviewed gol Mason Mount pada menit ke-42 membawa tim tamu The Blues menang tipis 1-0.

Kekalahan dari Chelsea tidak saja membuat Liverpool gagal naik ke empat besar, tetapi justru menjauh dari zona Liga Champions usai turun satu peringkat ke peringkat ketujuh.

 

Dengan menempati peringkat ketujuh setelah 27 pertandingan, catatan itu jadi yang terburuk bagi Jurgen Klopp sejak tiba di Anfield pada Oktober 2015.

Berdasarkan statistik Transfermarkt, dalam empat musim sebelumnya yang merupakan musim penuh, prestasi terburuk Klopp setelah 27 pertandingan adalah di peringkat kelima, yaitu pada musim 2016/2017.

Sedangkan pada tiga musim berikutnya, Klopp membawa Liverpool di peringkat ketiga musim 2017/2018, pemuncak klasemen di musim 2018/2019, dan posisi teratas klasemen di musim 2019/2020.

Pada musim 2015/2016 atau musim debut Klopp bersama Liverpool, pelatih asal Jerman itu juga hanya menempatkan The Reds di posisi ketujuh klasemen setelah 27 pertandingan.

 

Akan tetapi, di musim itu Klopp tidak menjalani musim penuh lantaran baru tiba di Liverpool pada Oktober 2015. Saat Liverpool melewati 27 pertandingan itu, Klopp hanya menangani The Reds dalam 19 laga di antaranya, dengan catatan 8 kemenangan dan 6 kali kalah.

Liverpool kini sudah mengibarkan bendera putih dalam upaya mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Klopp dan para pemainnya saat ini hanya fokus membawa Merseyside Merah ke posisi Liga Champions pada akhir musim.