Kebodohan Ibrahimovic Antar Milan Berlutut di Depan Inter

 

Zlatan Ibrahimovic bisa tertawa di babak pertama duel AC Milan lawan Inter Milan di perempat final Coppa Italia. Namun setelah itu ia justru menjelma jadi pesakitan dan menyebabkan Milan menelan kekalahan di akhir pertandingan.

Duel Inter lawan Milan berjalan alot di babak pertama. Inter dan Milan sama-sama minim melakukan tembakan tepat sasaran. Namun Ibrahimovic memberikan perbedaan di babak pertama.

Kematangan Ibrahimovic sebagai seorang striker terlihat jelas di menit ke-31. Ia bisa mengarahkan bola ke tiang jauh dan membuat Samir Handanovic hanya terdiam tak bereaksi melihat bola masuk ke gawang.

 

Selain gol, poin menarik Ibrahimovic lainnya di babak pertama adalah saat ia terlibat perang kata dengan Romelu Lukaku. Momen itu sendiri tidak dimulai oleh Ibrahimovic melainkan berawal dari pelanggaran Alessio Romagnoli terhadap Lukaku.

AC Milan's Zlatan Ibrahimovic, center left, and Inter Milan's Romelu Lukaku, center right, argue during an Italian Cup round of 8 soccer match between Inter Milan and AC Milan at the San Siro stadium, in Milan, Italy, Tuesday, Jan. 26, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)Zlatan Ibrahimovic bersitegang dengan Romelu Lukaku di akhir babak pertama dan berbuah kartu kuning. (AP/Antonio Calanni)

Ibrahimovic masih terlihat tenang dalam perang kata tersebut sedangkan Lukaku sudah benar-benar kehilangan kesabaran. Ia berusaha terus merangsek dan mendekati Ibrahimovic untuk melanjutkan pertikaian.

Ketika Ibrahimovic berlalu menuju ruang ganti, Lukaku masih harus ditenangkan rekan-rekannya agar bisa kembali fokus ke pertandingan tanpa memikirkan konfrontasi dengan Ibrahimovic.

Meski Ibrahimovic tenang dan Lukaku kehilangan kesabaran, bagi wasit Paolo Valeri keduanya sama-sama melakukan kesalahan. Kartu kuning untuk kedua pemain tersebut.

Ibrahimovic Tak Baca Situasi

Di awal babak kedua, terlihat jelas bahwa Inter sukses mengubah ritme permainan dengan memasukkan Achraf Hakimi. Mereka punya peluang mencetak gol lewat Alexis Sanchez yang digagalkan oleh kiper Milan, Ciprian Tatarusanu.

Dalam situasi Milan terus ditekan di 15 menit awal, Ibrahimovic yang diharapkan bisa memberi perubahan malah seolah menyerahkan kuasa penuh kepada Inter untuk mengendalikan pertandingan.

Hal itu terjadi ketika Ibrahimovic melanggar Aleksandar Kolarov yang berusaha menyusun serangan balik. Pelanggaran ini jelas tak perlu dilakukan Ibrahimovic karena Inter baru mulai melakukan serangan dan masih banyak pemain Milan yang menunggu di belakang.

AC Milan's Zlatan Ibrahimovic, center, celebrates after scoring his side's opening goal during the Italian Cup, quarterfinal soccer match between Inter Milan and AC Milan, at the San Siro Stadium in Milan Italy, Tuesday,  Jan. 26, 2021. (Spada/LaPresse via AP)Kartu merah sejatinya bisa dihindari oleh Zlatan Ibrahimovic. (AP/Spada)

Selain itu, ada Brahim Diaz yang juga tengah mengejar Kolarov.

Entah karena terlalu yakin tak lagi bakal mendapat kartu atau malah lupa sudah meraih kartu kuning, Ibrahimovic melakukan jegalan dari belakang yang langsung berhadiah kartu kuning kedua.

Dengan kondisi kalah jumlah pemain, Inter yang memang sedang mendapat momentum baik sejak babak kedua dimulai seolah makin mendapatkan jalan lapang untuk menguasai pertandingan.

Permainan di babak kedua benar-benar berjalan di satu sisi, yaitu daerah pertahanan Milan. Inter terus menggempur lini belakang Milan dan memaksa para pemain Rossoneri mundur membantu pertahanan.

Namun bantuan yang diberikan terkadang malah berbuah petaka. Inter mendapatkan penalti setelah Rafael Leao menjatuhkan Nicolo Barella. Dari tayangan yang ada, Leao terlalu mudah meluncurkan tekel yang sejatinya tidak terlalu diperlukan di area kotak terlarang lantaran Barella bergerak masih di sisi kotak penalti.

Skuat Stefano Pioli hanya disibukkan untuk bertahan agar mereka masih punya asa di Coppa Italia. Kalah jumlah pemain plus kehilangan sosok Ibra yang punya kemampuan menahan bola dan mengatur ritme, Milan benar-benar tak berdaya.Barella seolah sudah bisa menebak gerakan Leao sehingga ia menunggu momen yang pas untuk dilanggar. Romelu Lukaku menjalani tugas sebagai eksekutor dengan baik dan skor pun berubah jadi 1-1.

Setelah skor 1-1, Milan otomatis hanya berharap pertandingan diselesaikan lewat adu penalti. Pasalnya, mereka tak punya kreativitas untuk mengantarkan bola ke lini depan.

Sedangkan nafsu Inter untuk memenangkan laga di waktu normal makin menggebu-gebu.

 

Inter Milan's Romelu Lukaku scores on a penalty shoot during an Italian Cup round of 8 soccer match between Inter Milan and AC Milan at the San Siro stadium, in Milan, Italy, Tuesday, Jan. 26, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)Cipriani Tatarusanu berusaha mati-matian mengawal gawang AC Milan dan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang meski akhirnya harus kebobolan oleh gol Lukaku dan Eriksen. (AP/Antonio Calanni)

Dalam kondisi sulit, Tatarusanu jadi pemain terbaik Milan di pengujung pertandingan. Tatarusanu berkali-kali melakukan penyelamatan gemilang dari serbuan Inter, mulai dari Lautaro Martinez, Achraf Hakimi, hingga Lukaku.

Tetapi gempuran bertubi-tubi Inter akhirnya tak kuasa untuk terus ditahan. Tatarusanu akhirnya tak berdaya menghadapi tendangan bebas Christian Eriksen.

Eriksen mengantar bola melaju mulus masuk ke pojok kanan gawang Milan tanpa bisa dicegah oleh Tatarusanu. Skor 2-1 bertahan dan Milan harus merelakan Inter menjaga asa meraih trofi juara lewat Coppa Italia.

Inter Milan players celebrate their team second goal during an Italian Cup round of 8 soccer match between Inter Milan and AC Milan at the San Siro stadium, in Milan, Italy, Tuesday, Jan. 26, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)AC Milan harus rela melihat Inter Milan lolos ke semifinal Coppa Italia. (AP/Antonio Calanni)

Ibrahimovic jelas harus mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan ini. Kartu merah yang ia dapat benar-benar jadi titik balik kebangkitan Inter.

Sebagai pemain yang punya peran besar di balik kebangkitan Milan dalam satu tahun terakhir, Ibra mesti sadar bahwa itu juga berarti ia bisa denga mudah menentukan kekalahan untuk Milan.

Ibrahimovic jelas melakukan kebodohan dan membiarkan Milan berlutut di hadapan Inter untuk laga ini. Untuk perburuan Scudetto, Ibra tentu tak boleh melakukan hal yang sama agar Milan tak kembali bertekuk lutut di hadapan sang rival sekota.