Kesal dengan Jadwal Padat Liverpool, Trent Alexander-Arnold Kecam Peraturan Liga Inggris

LIVERPOOL – Penggawa Liverpool, Trent Alexander-Arnold, mengkritik jadwal padat timnya musim ini. Bek asal Inggris itu mengaku kesal bahkan mengatkan jadwal yang ada seperti di luar akal sehat.

Selain Trent, keluhan yang sama juga sempat disampaikan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Juru taktik asal Jerman itu juga menyayangkan pihak penyelenggara terkait jadwal padat timnya musim ini.

“Pada saat kami mengalami lockdown selama tiga bulan, kembali dan tidak bisa sepenuhnya fit seperti yang kami inginkan dan harus memainkan sisa pertandingan, dan kemudian tidak mendapatkan banyak istirahat,” ujar Trent dilansir dari laman Goal International, Sabtu (28/11/2020).

“Saya Saya pikir kami punya waktu dua minggu dan kemudian 10 hari pramusim dan kemudian langsung kembali ke liga paling kompetitif di dunia, itu jelas sangat sulit,” lanjut Trent.

 

“Jadwal pertandingan dan jadwal ketika kami kembali dari jeda Internasional benar-benar bertentangan dengan akal sehat. Siapa pun yang memiliki akal sehat akan melihat bahwa itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi,” tegasnya.

“Tidak sedikit tim-tim yang bermain pada pertengahan minggu dan kemudian bermain di akhir pekan.Tottenham memilikinya baru-baru ini di mana mereka bermain pada hari Kamis dan kemudian pada hari Minggu pukul 12 siang,” ujarnya lagi.

Trent sendiri saat ini harus menepi akibat mengalami cedera saat membela Liverpool di laga kontra Manchester City, awal pekan kemarin.

Bek 22 tahun itu mengalami masalah pada kakinya hingga terpaksa ditarik keluar pada menit ke-63. Trent diketahui mengalami cedera betis dan harus menepi paling lambat hingga akhir Desember mendatang.

Liverpool bukan hanya kehilangan Trent tapi juga beberapa pemain bertahan lain. Nama-nama penting seperti Virgil van Dijk dan Joe Gomez juga harus menepi lantaran mengalami cedera serius.

Sialnya, kehilangan beberapa pemain penting di posisi bertahan cukup berdampak pada permainan tim. Situasi ini juga membuat Klopp harus memutar otak untuk membuat lini belakangnya tetap solid. Kondisi Liverpool yang tengah rapuh cukup terlihat saat mereka tampil di ajang Liga Champions, tengah pekan kemarin. The Reds dipaksa takluk 0-2 dari wakil Italia tersebut.