Kisah Anelka sebagai Mualaf saat Jalani Puasa Ramadan

LEGENDA sepakbola Tim Nasional (Timnas) Prancis, Nicolas Anelka, menjalani hari-harinya sebagai seorang muslim dengan bahagia. Meski ia menyandang status sebagai mualaf, tetapi Anelka merasa sangat senang memeluk ajaran Islam.

Seperti para musim lainnya, Anelka selalu sangat menantikan momen bulan Ramadan. Ia mengaku sangat antusias menunaikan ibadah puasa karena sudah terbiasa sejak kecil hidup di lingkungan pemeluk agam Islam.

Nicolas Anelka

“Saya dulu terbiasa berpuasa selama Ramadan. Saya sangat kagum dengan orang-orang yang berpuasa di sekitar saya,” ucap Anelka, mengutip dari Four Four Two, Sabtu (21/11/2020).

 

“Saya menghormati Ramadan dan sejujurnya tidak terlalu sulit menjalaninya,” lanjut mantan pemain Real Madrid tersebut.

Akan tetapi, perjuangan Anelka dalam menjalankan ibadah puasa saat masih menjadi pesepakbola ternyata tidaklah mudah. Saat berpuasa, pria yang memutuskan menjadi mualaf pada 2004 itu tidak mengalami gangguan sama sekali.

Sayangnya, pada beberapa momen, Anelka mengalami kesulitan setelah menjalankan ibadah Ramadan. Pasalnya, ia sering mengalami cedera setelah Ramadan berakhir dan itu membuatnya harus berdamai dengan keadaan.

“Saya beberapa kali melakukannya tetapi saya menyadari bahwa saya mendapatkan cedera ketika periode Ramadan telah usai,” sambungnya.

“Pada akhirnya saya tidak terlalu ketat dalam berpuasa. Saya tidak terlalu keras kepala seperti sebelumnya meski tidak terlalu sulit melakukannya,” lanjut pria berusia 41 tahun tersebut.

“Masalahnya hanya karena saya beberapa kali mengalami cedera setelah Ramadan dan kemudian saya tidak melakukannya lagi,” pungkasnya.