Lawan McGregor di UFC 257, Poirier Merasa di Penjara

Dustin Poirier merasa seperti di penjara saat melakoni UFC 257 melawan Conor McGregor di Abu Dhabi, akhir pekan lalu.

Menjalani pertarungan di masa pandemi virus corona membuat petarung dan pihak yang terlibat wajib mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, termasuk karantina selama dua pekan.

Sebelum masuk Fight Island, semua pihak dikarantina di Las Vegas, Amerika Serikat, lalu dikarantina di Abu Dhabi. Meski demikian, protokol kesehatan, terutama kewajiban karantina tersebut dinilai memberatkan bagi Dustin Poirier.

 

“Saya tidak tahu, sebagian waktu saya selama dua minggu duduk di kamar hotel. Anda tidak bisa menyebut ini Fight Island, ini Fight Hotel,” ujar Poirier dikutip dari MMANews.

“Kami tidak bisa meninggalkan hotel. Saya duduk di sini selama dua minggu guna menurunkan berat badan. Tempat terjauh yang bisa saya tempuh adalah ke ruang olahraga. Di sini saya seperti berada di penjara dalam pikiran saya sendiri,” ucap Poirier menambahkan.

Meski demikian, Poirier akhirnya memetik hasil bagus dari pengorbanannya yang merasa di dalam penjara tersebut. The Diamond menang TKO atas Conor McGregor di ronde kedua.

 

Kemenangan itu tidak saja membuat readyviewed Poirier membalas kekalahan atas McGregor pada enam tahun silam, tetapi juga menempatkan namanya di posisi teratas sebagai penantang sabuk juara kelas ringan UFC.

Saat ini Poirier menempati peringkat pertama di peringkat UFC. Poirier bisa melawan Khabib Nurmagomedov dalam perebutan sabuk juara, atau meladeni tantangan petarung lain yang menempati empat besar guna memenangi sabuk juara interim.