Leno: Arsenal Kurang Disiplin dan Tak Percaya Diri

 

Kiper Arsenal Bernd Leno menilai para pemain The Gunners patut disalahkan usai rangkaian hasil buruk pada awal Liga Inggris 2020/2021.

Arsenal belum mampu keluar dari periode negatif pada pekan ke-13. The Gunners yang bermain di kandang harus puas bermain imbang 1-1 melawan Southampton di Stadion Emirates, Kamis (17/12) dini hari WIB.

Hasil imbang itu diperburuk dengan kartu merah yang diterima Gabriel Magalhaes. Arsenal pun harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-62.

 

Kegagalan meraih tiga poin di kandang membuat Arsenal sudah puasa kemenangan dalam enam laga terakhir di Liga Inggris. Leno dkk terakhir kali menang saat mengalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford, 1 November 2020.

“Angka-angka berbicara dengan sendirinya. Kami imbang 0-0 melawan Leeds, tetapi itu lebih ke keberuntungan. Kami pantas kalah melawan Tottenham, Wolverhampton juga, melawan Aston Villa bahkan dengan skor 0-3. Di laga-laga itu kami tampil mengecewakan,” ucap Leno seperti dilansir dari Sky Sports.

“Sikap kami buruk, kurang disiplin, dan kami tidak percaya diri. Ada banyak faktor yang berperan di sini,” ia melanjutkan.

Leno juga memastikan rentetan hasil buruk ini bukan karena salah Mikel Arteta sebagai pelatih. Kiper asal Jerman itu memastikan rekan-rekan setimnya menyadari kesalahan sepenuhnya berada di pemain.

“Pelatih bukan sebuah isu di ruang ganti, tidak ada kritik untuknya. Kami mengkritik diri kami sendiri dan para pemain tahu mereka bertanggung jawab [terhadap hasil buruk tim],” kata Leno.

Sebelumnya Arteta mengungkapkan tak keberatan jadi sasaran tembak atas hasil buruk yang diraih tim London Utara pada awal musim ini. Juru racik formasi asal Spanyol itu juga meminta maaf atas kondisi yang terjadi.

Arsenal saat ini masih tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara. Tim asuhan Arteta hanya terpaut lima poin dari Fulham yang menempati batas akhir zona degradasi.”Pada saat ini, saya minta maaf dan kami harus menerima peluru [yang datang]. Kami tidak memenangi pertandingan dan Anda harus menempatkan dada Anda di sana dan [berkata]’ tembak saya, karena Anda berhak melakukannya” ucap Arteta.