Liga Inggris dan Ancaman Virus Corona

Penyelenggaraan Liga Inggris musim ini bisa terganggu pandemi virus corona seperti musim lalu, yang harus tertunda selama lebih kurang tiga bulan dan kemudian dilanjutkan tanpa penonton karena Covid-19.

Sejauh ini sudah ada dua pertandingan Liga Inggris yang dibatalkan lantaran Covid-19 yakni Aston Villa vs Newcastle United dan Everton vs Manchester City.

Laga Everton vs Man City yang seharusnya berlangsung Selasa (29/12) dini hari WIB, terpaksa ditunda karena penambahan kasus signifikan di kubu The Citizens. Selain empat kasus yang diketahui pada Hari Natal, lima kasus baru ditemui jelang pertandingan di Stadion Etihad.

 

Disebut ada tiga pemain dan dua staf lagi yang positif corona selain Gabriel Jesus dan Kyle Walker serta dua staf yang diketahui mengidap virus corona.

Selain kasus yang melanda Man City, pemain Arsenal Gabriel Magalhaes juga dikonfirmasi positif Covid-19.

“Saya berharap kami bisa bertahan dan tetap melaju seperti saat ini. Tetapi bohong jika saya tidak menaruh perhatian pada frekuensi virus saat ini,” ujar mantan pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson, yang saat ini menangani Crystal Palace.Kasus positif virus corona di Inggris mengalami peningkatan sejak September dan terus naik memasuki akhir tahun. Dengan situasi tersebut pelaku sepak bola di Inggris khawatir akan kembali terdampak.

“Saya tidak bisa melihat sepak bola bisa terlindungi dari itu meski kami berupaya begitu kuat agar tetap aman,” sambungnya dikutip dari Daily Mail.

Pelatih Chelsea Frank Lampard juga menyadari kasus lonjakan Covid-19, baik secara umum maupun di kalangan pesepakbola, bakal berpengaruh pada kelangsungan Liga Inggris.

“Sulit bagi kami untuk bisa merasa seperti itu [aman dan terus bermain sepak bola]. Premier League dan klub telah melakukan pekerjaan yang bagus untuk menjaga sepak bola tetap berjalan dan musim ini dalam keadaan sulit jadi mari berharap kita dapat bertahan,” tutur Lampard dilansir Manchester Evening News.

Berdasarkan data dari JHU CSE Covid-19, terdapat 1,96 juta kasus di Inggris yang menyebabkan 61.697 kasus meninggal.

Inggris juga merupakan salah satu negara yang melaporkan keberadaan mutasi baru Covid-19 sehingga menyebabkan peningkatan kewaspadaan.

Menteri Kesehatan Inggris, Mat Hancock, mengatakan varian baru tersebut berada di luar kendali sehingga mendorong pemerintah memberlakukan lockdown yang lebih ketat pada akhir tahun. Selain itu sejumlah negara juga telah melarang perjalanan dari Inggris.

Sejumlah klub Liga Inggris sendiri sudah mulai membuka pintu stadion bagi penggemar untuk menyaksikan langsung pertandingan pada awal Desember 2020.

Kondisi kasus positif virus corona yang terus meningkat membuat fan berpeluang kembali gagal menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion.