Man Utd vs Milan: Duel Duo ‘Setan Merah’ yang Tak Lengkap

 

Dua rival klasik di kancah Eropa, Manchester United dan AC Milan akan kembali bertemu. Namun, kedua tim tidak akan bertemu di panggung terbaik, Liga Champions seperti sebelumnya.

Man Utd dan Milan bakal bersua dalam ajang yang kastanya satu tingkat lebih rendah, Liga Europa. Adu kuat dua tim dengan julukan ‘Setan Merah’ ini akan tersaji pada leg pertama babak 16 besar di Old Trafford, Jumat (12/3) dini hari WIB.

Bentrok kedua tim tetap menjanjikan pertarungan yang menarik walau tidak terjadi di panggung paling akbar Eropa. Hal itu mengacu kiprah Man Utd dan Milan yang tergolong impresif di kompetisi domestik masing-masing.

 

Man Utd dan Milan sama-sama nangkring di zona papan atas kompetisi domestik. Kedua tim ini juga masih memiliki peluang untuk menjuarai liga di akhir musim.

Namun demikian, kondisinya agak berbeda. Man Utd berjarak cukup jauh dari puncak klasemen yang ditempati Manchester City.

Bruno Fernandes dkk yang menempati posisi kedua klasemen berjarak 11 poin dari Man City. Man Utd berhasil memangkas jarak dari sebelumnya 14 poin usai mengalahkan rival sekota dalam Derby Manchester, pada akhir pekan lalu.

Dengan 10 laga tersisa, Man Utd masih punya harapan untuk mengangkat trofi Liga Inggris pada akhir musim meski tergolong kecil.

Sedangkan Milan memiliki kesempatan yang lebih terbuka. Tim yang diarsiteki Stefano Pioli hanya berjarak enam poin dari rival sekota mereka, Inter Milan. Liga Italia musim ini masih menyisakan 12 laga sehingga persaingan jadi yang terbaik di akhir musim lebih terbuka.

Milan bahkan jadi tim dengan penalti terbanyak di kompetisi Eropa. Dari 20 penalti itu, 16 di antaranya didapat Milan di Liga Italia yang membuat mereka memuncaki klasemen tim penerima penalti sejauh musim ini berjalan.Fakta lain yang membuat kedua tim menarik untuk dinanti karena statistik penalti Man Utd dan Milan yang tergolong berlimpah. Man Utd sudah memperoleh 14 penalti berbanding 20 penalti yang didapat Rossoneri.

Fernandes di kubu Man Utd dan Franck Kessie di Milan merupakan eksekutor andal buat masing-masing tim. Fernandes dan Kessie berpotensi jadi penentu jika pemain belakang Man Utd dan Milan bertindak ceroboh di kotak terlarang.Dengan statistik ini, potensi tercipta penalti saat leg pertama berlangsung terbuka lebar. Bukan tidak mungkin, penentuan tim yang menang di leg pertama akan terjadi lewat tembakan dari titik 12 pas.