Manchester United, Silakan Bicara Juara Liga Inggris

Manchester United boleh diterpa caci maki bertubi-tubi di awal musim. Namun di titik ini, ‘Setan Merah’ punya hak untuk membicarakan peluang jadi juara Liga Inggris.

Manchester United sukses menumbangkan Leeds United dengan skor meyakinkan, 6-2. Di laga itu, potensi terbaik yang bisa ditampilkan Manchester United di lapangan seolah hadir seluruhnya.

Kemampuan serangan cepat, pengertian antar-pemain dalam mencari ruang, hingga gol-gol dengan skema serangan terencana tersaji indah di Old Trafford. Manchester United bisa tersenyum bukan hanya karena mereka menang, melainkan juga karena cara mereka menang.

 

Dengan tambahan tiga poin, Manchester United kini punya 26 poin di tangan. Seiring dengan hasil buruk beberapa tim papan atas, Manchester United kini melesat ke posisi ketiga klasemen sementara Liga Inggris.

Manchester United's Scott McTominay celebrates his side's first goal during an English Premier League soccer match between Manchester United and Leeds United at the Old Trafford stadium in Manchester, England, Sunday Dec. 20, 2020. (Clive Brunskill/Pool via AP)Scott McTominay mencetak dua gol ke gawang Leeds United. (AP/Clive Brunskill)

Mereka mengoleksi 26 poin, berjarak satu poin dari Leicester City dan tertinggal lima angka dari Liverpool. Bahkan bila menimbang Manchester United masih punya sisa satu laga lebih banyak, ‘Setan Merah’ bisa saja hanya tinggal berjarak dua poin dari ‘The Reds’.

Situasi saat ini tentu bisa disambut dengan penuh suka cita oleh Manchester United dan pendukungnya, pun begitu halnya dengan Ole Gunnar Solskjaer yang terus diragukan dan diremehkan.

Solskjaer, untuk momen saat ini, bisa tertawa bahagia dan gembira karena ia sudah kembali ke jalur yang benar. Solskjaer saat ini unggul atas manajer-manajer lain macam Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti yang dianggap jauh lebih berpengalaman.

Ole Gunnar Solskjaer mampu membawa Manchester United tak terkalahkan di tujuh laga terakhir di Premier League, dengan catatan enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Manchester United's manager Ole Gunnar Solskjaer leaves the field end of the English Premier League soccer match between Manchester United and Arsenal at the Old Trafford stadium in Manchester, England, Sunday, Nov. 1, 2020. (Shaun Botterill/Pool via AP)Ole Gunnar Solskjaer bisa tersenyum di titik ini. (AP/Shaun Botterill)

Old Trafford Kembali Jadi Theatre of Dreams

Sungguh menggelikan sejatinya melihat rekor Manchester United di Old Trafford musim ini. Sebelum laga lawan Leeds United, Manchester United hanya mampu meraih satu kemenangan dari enam pertandingan kandang yang mereka jalani di Liga Inggris.

Kemenangan itu pun didapat saat mereka melawan tim penghuni zona degradasi, West Bromwich Albion lewat skor tipis 1-0. Gol yang tercipta hanya lewat penalti Bruno Fernandes.

Di luar itu, Old Trafford justru jadi ladang pembantaian untuk Manchester United. Mulai dari Crystal Palace, Tottenham Hotspur, dan Arsenal membawa pulang tiga angka dari markas kebanggaan ‘Setan Merah’.

Sedangkan dua tim lainnya, Chelsea dan Manchester City bisa pulang dengan satu poin di tangan berbekal hasil imbang. Sebelum duel lawan Leeds, Manchester United juga hanya mampu mencetak tiga gol dalam enam laga yang mereka mainkan di Old Trafford.

Manchester United's Daniel James, left, scores his side's fifth goal during an English Premier League soccer match between Manchester United and Leeds United at the Old Trafford stadium in Manchester, England, Sunday Dec. 20, 2020. (Clive Brunskill/Pool via AP)Manchester United akhirnya bisa tampil garang dan menakutkan di Old Trafford. (AP/Clive Brunskill)

Dengan deretan tim besar yang sudah mereka jamu di Old Trafford, Manchester United tentu rugi besar karena di paruh kedua mereka harus menjalani rangkaian laga tandang yang berat ke tim-tim yang sudah mereka jamu sebelumnya seperti Arsenal, Tottenham, Manchester City, dan Chelsea. Apalagi bila peraturan penonton lebih melunak di paruh kedua kompetisi nanti.

Dalam situasi aneh tersebut, entah Manchester United harus bersyukur atau malah harus marah karena mereka justru memetik hasil bagus dalam rangkaian laga tandang di awal musim. Manchester United tak terkalahkan dalam enam laga tandang awal di musim ini, sebuah catatan yang tentunya spektakuler.

Dalam lanjutan perburuan trofi Liga Inggris, Manchester United tentu harus bisa garang di kandang dan melanjutkan penampilan baik saat laga tandang.

Jadwal Berat di Akhir Tahun

Setelah tampil spektakuler di laga lawan Leeds, Manchester United dinanti jadwal padat hingga akhir tahun. Pada tengah pekan ini, Manchester United harus tandang ke markas Everton untuk perempat final Piala Liga.

Dengan kondisi Solskjaer masih tanpa trofi di Manchester United, ‘Setan Merah’ tak boleh memandang kompetisi Piala Liga sebagai kompetisi kasta kedua.Terlebih mereka hanya tinggal berjarak tiga kemenangan lagi untuk bisa jadi juara dan sejumlah tim besar macam Liverpool dan Chelsea sudah tersisih.

Manchester United's Victor Lindelof, 2nd right, scores his side's fourth goal during an English Premier League soccer match between Manchester United and Leeds United at the Old Trafford stadium in Manchester, England, Sunday Dec. 20, 2020. (Michael Regan/Pool via AP)Manchester United masih belum bisa bersantai meski tengah menjalani tren positif. (AP/Michael Regan)

Menimbang final Piala Liga di gelar Februari, Manchester United bisa mendapat suntikan kepercayaan diri andai memenangkan trofi tersebut. Trofi itu nantinya berguna untuk memotivasi langkah Man Utd di kompetisi lainnya, baik domestik maupun di Eropa.

Karena itu, Solskjaer kemungkinan besar bakal menampilkan skuad terbaik di laga lawan Everton.

Hal itu kemudian mengundang risiko kelelahan karena Manchester United harus menjalani tiga laga Liga Inggris dalam kurun waktu satu pekan yaitu menghadapi Leicester City (26/12) di Stadion King Power, dan dua laga kandang melawan Wolverhampton Wanderers (29/12) dan Aston Villa (1/1).

Namun biarlah posisi Manchester United di awal Januari dibicarakan nanti. Karena untuk saat ini, di titik ini, Manchester United sedang dalam kondisi layak untuk mengumbar keyakinan, menebar optimisme, dan bahkan mengumandangkan kearoganan untuk bisa jadi juara Liga Inggris musim ini.Laga Boxing Day itu bakal memegang peran penting dalam status Manchester United memasuki paruh kedua kompetisi musim ini. Pasalnya, selisih poin di 10 besar masih terbilang ketat dan menuntut konsistensi tiap tim.