Menyimak Akhir Duel Marquez vs Musuh Terbesar di MotoGP

 

Marc Marquez akhirnya menemukan musuh terbesar di balapan MotoGP. Musuh itu adalah cedera lengan kanan yang belum juga pulih.

Setelah Marquez memenangkan balapan demi balapan, juara dunia musim ke musim, Marquez diprediksi bakal lancar memenangkan gelar juara dunia di MotoGP 2020.

Marquez diyakini bisa dengan cepat menyamai rekor juara dunia milik Rossi. Bahkan pembicaraan sudah berlangsung lebih jauh karena Marquez diyakini bisa mengejar rekor gelar juara dunia milik Giacomo Agostini.

 

Namun ternyata Marquez menemukan musuh terbesarnya yaitu cedera lengan kanan. Setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol, Marquez masih berniat kembali di pekan berikutnya pada MotoGP Andalusia.

Keputusan itu disebut berakibat fatal karena cedera Marquez makin parah. Setelah menjalani operasi kedua, Marquez harus merelakan juara dunia MotoGP 2020 jatuh ke pelukan pembalap lain karena ia tak bisa berkompetisi di sisa musim.

Repsol Honda Team's Spanish rider Marc Marquez competes during the MotoGP qualifying session of the Spanish Grand Prix at the Jerez racetrack in Jerez de la Frontera on July 18, 2020. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)Sebelum mengalami cedera panjang, Marc Marquez diprediksi bakal dengan lancar menyamai rekor Valentino Rossi dan melebihinya dalam waktu dekat. (AFP/JAVIER SORIANO)

Namun ternyata Marquez tak bisa berlega hati dan bersiap untuk kembali tampil 100 persen dalam persiapan menuju MotoGP 2021. Marquez harus menjalani operasi ketiga dan persiapan menuju MotoGP 2021 otomatis terganggu.

Bila pemulihan usai operasi lancar, Marquez ditargetkan bisa tampil bugar di seri perdana MotoGP Qatar 2021. Namun Honda disebut sudah menyiapkan alternatif dengan memasang Andrea Dovizioso andai Marquez masih butuh waktu pemulihan.

Kondisi tersebut membuat Marquez kini berlomba melawan musuh terbesar yang akhirnya ia temukan, yaitu cedera lengan kanan. Marquez dan tim tak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.

Kesalahan saat buru-buru ingin tampil di MotoGP Andalusia tak boleh diulang. Marquez harus bisa tampil ketika kondisinya sudah 100 persen.

Namun hal itu juga mengandung risiko Marquez berpeluang absen di seri-seri awal yang berarti ia sudah kalah start dari pesaing-pesaingnya.

Bukan hanya berlomba melawan pemulihan cedera, Marquez juga harus bertarung melawan kesiapan kondisi fisik, adaptasi motor, hingga atmosfer balapan. Hal tersebut untuk sementara hilang dari Marquez yang sudah satu musim absen dari balapan.

Honda juga mengalami dampak dari absennya Marquez dalam pengembangan motor untuk MotoGP 2021 karena mereka tak bisa mendapat saran dan menarik data dari performa Marc Marquez musim sebelumnya.

Marc MarquezMarc Marquez menjalani operasi ketiga di akhir tahun 2020. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

Perubahan Drastis

Saat Marquez absen dari MotoGP, terdapat perubahan drastis di balapan motor paling bergengsi tersebut.

Tim-tim satelit bisa konsisten bersaing di tiap seri yang dimainkan bukan hanya sesekali memberikan kejutan. Persaingan yang ada lebih merata tak lagi didominasi tim pabrikan seperti sebelumnya.

Dari tim pabrikan, Suzuki jauh lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya. Hal itu dibuktikan lewat keberhasilan Joan Mir jadi juara dunia MotoGP 2020.

 

Banyak asumsi yang mengatakan Marquez bakal dengan mudah memenangkan MotoGP 2020 andai ia tak mengalami cedera. Hal itu tentu perlu pembuktian di MotoGP 2021 seiring  dampak cedera yang mungkin masih dialami oleh ‘Baby Alien’.Ketika Marquez kembali, ia bakal dihadapkan pada rival utama yang berbeda. Dari generasi Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso menuju generasi Joan Mir, Quartararo, Jack Miller, dan Alex Rins.

Perubahan ini jadi hal yang menarik untuk dinanti di MotoGP 2021 mendatang. Namun sebelum Marc Marquez terjun ke pertarungan ketat tersebut, Marquez harus bisa mengalahkan musuh terbesar yang sudah mengganggunya selama enam bulan terakhir yaitu cedera lengan kanan.