Negatif Covid-19, Tim Badminton Indonesia Pergi ke Thailand

 

Tim Badminton Indonesia berangkat menuju Thailand hari ini, Senin (4/1), untuk mengikuti rangkaian tiga turnamen setelah dipastikan seluruh anggota tim negatif covid-19 dalam tes terakhir.

Tim Badminton Indonesia lebih dulu menjalani tes Covid-19 sebelum keberangkatan. Dari tes tersebut, tidak terdapat kasus positif di rombongan yang dipersiapkan menuju Thailand.

“Tim Indonesia siap berangkat. Dari 40 anggota tim yang bakal berangkat ke Bangkok sudah menjalani tes di Pelatnas Cipayung, Sabtu (2/1). Hasilnya semua negatif,” ucap Kabid Humas dan Media PBSI Broto Happy kepada CNNIndonesia.com.

 

Tim Badminton Indonesia akan menggunakan pesawat sewaan sehingga bisa langsung bertolak ke Bangkok tanpa berbaur dengan penumpang lain. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko terpapar virus dalam perjalanan.

Pasangan Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengungguli Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di Final kejuaran Daihatsu Indonesia Masters 2020. Jakarta, Minggu (19/1/2020). CNN Indonesia/Andry NovelinoKevin/Marcus bisa kembali bermain di turnamen internasional. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Di Thailand, Tim Badminton Indonesia akan menjalani karantina dan turnamen bakal berlangsung dengan sistem bubble seperti halnya pelaksanaan NBA di Disneyland tahun lalu.

Para pemain tidak akan leluasa pergi ke luar dan hanya menjalani aktivitas dari hotel ke tempat latihan dan pertandingan. Selain itu tiap atlet juga menjalani rangkaian tes covid-19 selama turnamen berlangsung yang jumlahnya bisa mencapai 7-8 kali.

Di Thailand, skuat Indonesia akan mengikuti Yonex Thailand Open (12-17 Januari) dan Toyota Thailand Open (19-24 Januari). Delapan wakil terbaik di tiap nomor akan terjun ke BWF World Tour Finals yang juga berlangsung di Bangkok pada 27-31 Januari.

Sehari sebelumnya, tim Badminton Jepang membatalkan keikutsertaan mereka ke rangkaian turnamen di Thailand. Kento Momota positif corona jelang keberangkatan dan kemudian Asosiasi Badminton Jepang memutuskan membatalkan keberangkatan tim secara keseluruhan.