Perez: Posisi Madrid dan Man City Aman di Liga Champions

 

Real Madrid, Manchester City, dan Chelsea diklaim tidak akan dihukum dari Liga Champions meskipun bergabung dengan European Super League.

Saat ini Man City, Chelsea, dan Madrid merupakan tiga tim yang masih melangkah ke babak semifinal Liga Champions 2020/2021. Secara kebetulan, ketiga tim tersebut merupakan pendiri European Super League.

Meski menjadi penggagas liga baru, namun ketiganya diyakini tidak akan dikeluarkan dari Liga Champions. Pernyataan itu dilontarkan Presiden European Super League Florentino Perez dalam wawancara dengan media Spanyol, El Chiringuito.

“Real Madrid dan klub Super League lain tidak akan dikeluarkan dari Liga Champions 2020/2021. Itu tidak akan terjadi, hukum melindungi kami. Ini tidak mungkin,” ujar Perez dikutip dari Daily Mail.

Selain soal hukuman kepada klub, Florentino Perez juga berbicara soal sanksi yang bisa dijatuhkan kepada pemain yang tampil di European Super League.

“Menurut UEFA, pemain dilarang [tampil] dari kompetisi internasional dan tim nasional? Jangan khawatir, ini tidak akan terjadi. Mereka tidak akan dilarang jika bergabung dengan Super League,” tutur Perez.

“Kontrak di Super League mengikat. Tidak ada yang bisa pergi, kami akan bekerja sama. Semua klub menandatangani kontrak pada Sabtu lalu, tidak ada masalah,” ucap Perez menambahkan.

Ancaman sanksi bagi klub dan pemain itu dikeluarkan UEFA menyusul readyviewed pembentukan European Super League oleh 12 klub top Eropa di antaranya Madrid, Man City, dan Chelsea yang saat ini masih berjuang di Liga Champions.

 

Sedangkan pemain yang bermain di Super League tidak boleh memperkuat tim nasional tampil di kompetisi mana pun, termasuk Piala Dunia.UEFA akan mengeluarkan tim-tim European Super League dari kompetisi domestik dan juga dilarang tampil di level Eropa.

Sederet sanksi itu belum cukup, karena UEFA juga menyiapkan hukuman berupa denda hingga 60 miliar euro atau setara dengan Rp1.049 triliun.