PSG vs Man City di Pusaran Harta, Takhta, Juara Eropa

 

Ketika harta sudah bukan lagi masalah dan takhta domestik seperti bukan hal yang sulit direngkuh, Paris Saint-Germain dan Manchester City masih dipusingkan perihal trofi Liga Champions yang merupakan lambang kesuksesan di pentas Eropa.

Dengan sokongan modal besar, tidak ada tujuan lain selain kesuksesan. Sialnya prestasi tak ubahnya candu yang membuat ketagihan.

PSG dan Man City sudah langganan juara sejak ditopang uang pengusaha Arab. Hanya satu masalah di level kontinental yang masih mengusik mimpi.

 

Demi tak lagi diusik impian yang mengganggu, pertandingan semifinal dengan sistem dua leg akan digelar dini hari nanti dan pekan depan.

PSG musim lalu hampir merasakan gelar juara. Melangkah cukup meyakinkan hingga partai final, Les Parisiens kalah tipis dari Bayern Munchen.

Perpaduan mental dan dompet tebal, yang muncul dalam bentuk kedalaman skuad, kembali membawa PSG ke partai perebutan tiket final.

Jika musim lalu masih berada di bawah arahan Thomas Tuchel, maka kini Mauricio Pochettino yang ditunjuk menjadi pelatih. Perubahan pelatih tak lantas membuat pola permainan PSG berbeda. Dengan pemain-pemain yang ada, pendekatan menyerang masih menjadi pilihan utama.

Soccer Football - Champions League - Quarter Final First Leg - Bayern Munich v Paris St Germain - Allianz Arena, Munich, Germany - April 7, 2021 Paris St Germain's Kylian Mbappe celebrates scoring their third goal with Neymar REUTERS/Kai PfaffenbachNeymar dan Kylian Mbappe jadi andalan PSG. (REUTERS/KAI PFAFFENBACH)

Kemampuan PSG mencetak gol pun tak diragukan. Dalam sembilan laga terakhir, PSG bisa mencetak setidaknya tiga gol dalam tujuh pertandingan. Khusus di Liga Champions saja, PSG mencetak 21 gol hanya kalah dari Munchen yang mereka taklukkan di perempat final sekaligus pembalasan dari final tahun lalu.

Beruntung cedera Kylian Mbappe dalam laga akhir pekan melawan Metz tidak parah dan kemungkinan pemain tersubur PSG di Liga Champions itu bisa jadi starter dalam menghadapi Man City.

Ancaman tak hanya berasal dari Mbappe. Neymar, Marco Verratti, dan Angel Di Maria, kemungkinan besar bakal beroperasi di daerah permainan Man City.

Sebanyak 11 gol yang sudah bersarang menjadi noda dalam persiapan PSG meladeni Man City. Keseimbangan tim patut diperhatikan Pochettino. Menempatkan pemain-pemain yang cakap dalam bertahan, seperti Leandro Paredes atau Idrissa Gueye sebagai gelandang pivot bisa menjadi tameng PSG sebelum para pemain City masuk lebih dalam ke pertahanan.Menghadapi calon juara Liga Inggris, PSG tak hanya butuh kematangan strategi membobol gawang lawan. Kemampuan bertahan adalah salah satu kunci agar bisa mengamankan tiket final.

Sementara Alessandro Florenzi dan Abdou Diallo harus pintar mengetahui saat tepat membantu penyerangan, karena sayap-sayap Man City bisa saja menjadi awal petaka bagi PSG.Keylor Navas dituntut berada dalam performa terbaik seperti saat melawan Bayern Munchen untuk menambal kebocoran di lini pertahanan yang dikawal duet Marquinhos dan Presnel Kimpembe sebagai bek tengah.