Quartararo Tak Bisa Tidur usai Gagal Juara Dunia MotoGP

Fabio Quartararo masih merasa frustrasi usai gagal menjadi juara dunia MotoGP 2020. Dia bahkan sampai tak bisa tidur karena memikirkan hasil buruk itu.

Dilansir Motosan, pembalap Petronas Yamaha itu terus memikirkan motornya yang beberapa kali bermasalah.

Padahal Quartararo sempat memimpin klasemen beberapa pekan, namun kehilangan posisinya usai beberapa kali tak finis di tiga besar.

 

Quartararo menyatakan dia terus menganalisis data untuk membantu Yamaha menemukan solusi. Sampai-sampai dia kerap tak bisa tidur memikirkan apa yang salah.

“Semua yang terjadi musim ini dengan motor telah mempengaruhi saya. Jujur saja, dalam beberapa minggu terakhir saya bisa tidur nyenyak. Saya mencari solusinya, apa yang bisa saya lakukan untuk terus meningkat,” ujar pembalap asal Prancis itu.

“Saya tahu potensi saya, saya tahu nilai saya, dan saya tahu bahwa saya bisa bertarung di depan dalam setiap balapan,” katanya.Di musim 2020, Quartararo menyebut bahwa masalah pada motornya benar-benar menjadi hal paling membosankan. Padahal secara kualitas dia merasa sangat baik untuk bertarung di lintasan.

Quartararo memulai MotoGP 2020 tampil memukau di balapan pembuka ketika juara di MotoGP Jerez. Namun setelah itu masalah pada motornya mulai mempengaruhi penampilannya.

Sempat menang lagi di MotoGP Catalunya, Quartararo kembali melorot karena masalah motornya terus berlanjut.

Quartararo mengakhiri MotoGP 2020 di peringkat kedelapan. Dia mengoleksi 127 poin dengan tiga kali naik podium satu.