Salah Alamat Klopp Bicara Voucher Penalti MU

Perdebatan soal Manchester United sebagai tim spesialis penalti belum mereda. Man Utd diklaim kerap diuntungkan karena wasit bermurah hati memberikan mereka tembakan dari titik 12 pas di Liga Inggris.

Perdebatan itu semakin meruncing usai komentar pelatih Liverpool, readyviewed Jurgen Klopp begitu anak asuhnya takluk 0-1 di markas Southampton. Tanpa basa-basi, Klopp mengatakan MU lebih banyak mendapatkan penalti sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer.

Pangkal keluhan Klopp bermula dari klaim penalti The Reds yang tidak digubris wasit Andre Marriner, pengadil di laga Southampton vs Liverpool. Juru racik formasi asal Jerman itu menilai anak asuhnya pantas dapat penalti karena dua insiden di kotak 16 pas Southampton.

Momen pertama saat bek Southampton, Jack Stephens terlihat memblok bola tembakan Georginio Wijnaldum menggunakan lengan. Berikutnya saat Sadio Mane jatuh usai berduel dengan bek kanan The Saints, Kyle Walker-Peters.

Liverpool's manager Jurgen Klopp, left, gestures to Liverpool's Sadio Mane following the English Premier League soccer match between Southampton and Liverpool at St Mary's Stadium, Southampton, England, Monday, Jan. 4, 2021. (AP Photo/Adam Davy,Pool)Pelatih Liverpool Jurgen Klopp menuding Man Utd kerap diuntungkan wasit. (AP/Adam Davy)

“Saya mendengar bahwa Manchester United saat ini mendapatkan penalti lebih banyak saat dua tahun Ole ada di sana dibandingkan yang didapat Liverpool semasa saya 5,5 tahun ada di sini. Saya tak tahu apakah hal ini kesalahan saya, saya tak punya jawaban kenapa hal ini bisa terjadi,” ujar Klopp.

Sindiran Klopp yang mengesankan Man Utd punya ‘voucher penalti yang bisa diisi ulang kapan saja’ tidak diambil pusing oleh Solskjaer. Pelatih yang mulai menukangi Man Utd tahun 2018 itu justru tertawa saat ditanya perbandingan penalti Man Utd dan Liverpool versi Klopp.

Menurut Solskjaer, keluhan Klopp mungkin jadi cara mantan pelatih Borussia Dortmund itu mempengaruhi wasit saat memimpin pertandingan Liverpool pada sisa musim ini.

“Saya tidak menghitung berapa banyak penalti yang mereka dapat. Jika mereka ingin menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan soal saat kami dilanggar di kotak penalti, saya tidak menghabiskan waktu untuk itu,” ucap Solskjaer.

Namun, pada awal karier Klopp tim kota pelabuhan justru lebih banyak dapat hadiah penalti dari wasit ketimbang Man Utd yang masih ditukangi Jose Mourinho.Berdasarkan data dari Sky Sports sejak Klopp menangani Liverpool tahun 2015, Man Utd memang lebih banyak dapat hadiah penalti di Liga Inggris. Dari 2015 sampai dengan saat ini, Man Utd mendapatkan 41 penalti berbanding 30 penalti milik Liverpool.

Pada 2016/2017, Liverpool dapat delapan penalti berbanding empat yang didapat Man Utd. Total Liverpool mencetak 24 gol lebih banyak ketimbang Setan Merah pada musim tersebut, termasuk dari hadiah penalti.

Fakta lainnya, Liverpool melakukan sentuhan bola 100 kali lebih banyak di kotak penalti ketimbang Man Utd. Pada musim berikutnya, para pemain Liverpool 206 kali lebih banyak melakukan sentuhan bola di kotak penalti ketimbang sang rival tetapi kedua tim sama-sama hanya dapat tiga hadiah penalti dari wasit.

Pada musim-musim berikutnya, termasuk saat Solskjaer ditunjuk menangani MU, statistik sentuhan bola para pemain tim pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu juga selalu kalah dari Liverpool. Bahkan, pada musim ini para pemain MU baru 399 kali melakukan sentuhan bola di kotak penalti berbanding 583 yang dibuat Liverpool.