UEFA Ancam Peserta European Super League

Badan Sepak bola Eropa (UEFA) mengancam tim yang terlibat dalam European Super League mendapat larangan tampil di kompetisi domestik dan denda hingga 60 juta euro atau setara dengan Rp1,046 triliun.

Sementara pemain yang terlibat di Super League akan dilarang bermain untuk tim nasional di turnamen internasional.

Dalam pernyataan resminya, Minggu (18/4), UEFA mengonfirmasi tim terlibat dalam European Super League akan mendapat larangan tampil di kompetisi domestik dan denda hingga 60 juta euro.

 

“Seperti yang sebelumnya diumumkan oleh FIFA dan enam Konfederasi, klub yang bersangkutan akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia, dan para pemain mereka bisa ditolak kesempatannya untuk bermain mewakili tim nasional mereka,” bunyi pernyataan UEFA

Sebanyak 12 klub sepak bola terkemuka di Eropa, kemarin, berkumpul untuk mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk readyviewed membentuk kompetisi tengah minggu yang baru, European Super League, yang diatur oleh Klub Pendiri.

AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid CF, dan Tottenham Hotspur semuanya telah bergabung sebagai Klub Pendiri. Diperkirakan tiga klub lain akan bergabung menjelang musim perdana, yang akan dimulai secepat mungkin.

Pembentukan Liga Super terjadi pada saat pandemi global telah mempercepat ketidakstabilan model ekonomi sepak bola Eropa yang ada.Ke depannya, Klub Pendiri berharap dapat mengadakan diskusi dengan UEFA dan FIFA untuk bekerja sama dalam kemitraan guna memberikan hasil terbaik untuk Liga baru dan sepak bola secara keseluruhan.

Selanjutnya, selama beberapa tahun, Klub Pendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dan intensitas kompetisi Eropa yang ada sepanjang musim, dan menciptakan format untuk klub dan pemain top untuk bersaing secara teratur.