UFC 257: Misi McGregor Kembali Jadi Anak Kesayangan

 

Conor McGregor tak pernah benar-benar terpuruk di UFC. Namun harus diakui, kemunculan Khabib Nurmagomedov dalam dua tahun benar-benar sedikit menghalangi sinar ketenaran mengarah padanya.

McGregor adalah bintang utama UFC. Kehadirannya membuat UFC makin dikenal luar ke seluruh penjuru dunia. Namanya dianggap melebihi legenda-legenda UFC lain macam Anderson Silva, Georges St-Pierre, hingga Jon Jones dalam hal penetrasi pasar.

Kemampuan McGregor di octagon kemudian melengkapi semua hal tersebut. Ia sukses jadi petarung pertama yang berstatus juara di dua kelas berbeda secara bersamaan.

 

McGregor yang merasa sudah mencapai batas-batas di UFC, kemudian melakukan lompatan lebih tinggi dengan menantang Floyd Mayweather Jr. di ring tinju. Bos UFC akhirnya mengikhlaskan meski terasa berat baginya.

Setelah kalah dari Mayweather, McGregor masih disambut dengan hangat lewat keistimewaan karena langsung bisa bertarung dengan Khabib Nurmagomedov untuk perebutan sabuk kelas ringan.

Conor McGregor speaks during a media event for the UFC 246 mixed martial arts bout, Thursday, Jan. 16, 2020, in Las Vegas. McGregor is scheduled to fight Donald Meski kalah dari Khabib, nama McGregor tak benar-benar terpuruk karena masih diburu banyak orang. (AP Photo/John Locher)

Ternyata McGregor kalah di laga ini. Nama Khabib meroket, nama McGregor tenggelam seiring ejekan-ejekan pada Khabib yang akhirnya seolah jadi bumerang bagi dirinya.

UFC pada akhirnya bisa melepaskan ketergantungan pada McGregor, meski tidak seluruhnya. McGregor hanya satu kali bertanding lawan Cowboy Cerrone di awal 2020 sebelum kemudian memutuskan pensiun karena kecewa dengan keputusan UFC tidak memberinya jadwal tanding.

McGregor Masih Punya Nilai Jual

Meski sudah babak belur dihajar Khabib, nilai jual McGregor tak serta merta jatuh. Masih banyak petarung yang menantang dan berambisi untuk melawan McGregor.

Semua itu karena magnet dalam diri McGregor belum benar-benar hilang. McGregor merajai pay per view UFC dan pertarungannya selalu ramai penonton.

Sinar McGregor hanya kalah dari Khabib yang memang jadi pesona baru. McGregor sendiri tidak mampu berbuat banyak karena Khabib tak memberinya kesempatan untuk rematch dengan alasan ia tak mau lagi berurusan dengan McGregor yang banyak menghina keluarganya.

UFC juga seolah tak lagi memberikan perhatian dan kasih sayang seperti sebelumnya. Ketika McGregor memutuskan mundur, Dana White dengan sukarela melepasnya.

White tahu bahwa keputusan pensiun McGregor adalah keputusan emosional. McGregor akhirnya harus menjilat ludah karena beberapa bulan usai pensiun, ia sudah sibuk menantang banyak petarung. Sebuah tanda bahwa ia sejatinya masih gatal untuk tukar pukulan.

LAS VEGAS, NV - DECEMBER 12: Conor McGregor leaves the Octagon after his first-round knockout victory over Jose Aldo in their featherweight title fight during UFC 194 on December 12, 2015 in Las Vegas, Nevada.   Steve Marcus/Getty Images/AFPConor McGregor bakal kembali bertarung di awal 2021. (Steve Marcus/Getty Images/AFP)

Lantaran sudah kadung menjilat ludah, McGregor tak lagi main-main dalam waktu saat ini. McGregor bakal mempersiapkan diri menghadapi duel lawan Poirier seperti halnya pendatang baru di UFC. Ia bakal benar-benar serius dan habis-habisan.

McGregor tahu bahwa duel lawan Poirier adalah kesempatan untuk mengembalikan nama besarnya, atau bahkan membuka kemungkinan rematch lawan Khabib.

Bila McGregor menang lawan Poirier, peluang yang terbuka berikutnya adalah duel lawan Justin Gaethje atau Tony Ferguson. Duel-duel itu nantinya juga bergantung pada status Khabib Nurmagomedov di kelas ringan.

Andai Khabib masih didaulat sebagai juara kelas ringan, McGregor masih bisa berharap meniti jalan menuju rematch lawan Khabib. Kekalahan lawan Khabib selalu ditepis McGregor dengan alibi ia tak bersiap dengan serius untuk laga 2018. Rasa penasaran itu yang masih ada dalam diri McGregor hingga saat ini.

Namun bila Khabib tak mau kembali dalam kurun waktu setahun ke depan dan UFC mencabut gelar dari tangannya, McGregor bakal bersaing dengan nama-nama di atas untuk perburuan sabuk kelas ringan yang lowong.

Sedangkan bagi UFC, mereka kini mulai bisa mempertimbangkan McGregor kembali jadi anak kesayangan dan bintang utama mereka. Namun tentunya hal itu harus diiringi dengan performa mengesankan dan kemengan di dalam octagon.Dengan pertimbangan tersebut, jelas laga lawan Poirier adalah langkah awal dalam duel-duel penting McGregor di 2021 dan 2021 mendatang.