Virus Corona, Liga Inggris Berpotensi Dihentikan Dua Pekan

 

Klub-klub Liga Inggris tengah mendiskusikan kemungkinan penghentian kompetisi selama dua pekan pada Januari untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Peningkatan kasus positif Covid-19 di kalangan pemain dan staf Liga Inggris menjadi perhatian bagi kesebelasan peserta termasuk Premier League.

Dilansir dari Daily Mail, pihak Premier League telah menggelar pembicaraan informal untuk menghentikan kompetisi sementara guna melindungi pemain, staf, serta agenda sepak bola secara keseluruhan.

Pada Selasa (29/12), Premier League mengumumkan 18 orang baik pemain dan staf klub terpapar virus corona. Hasil tersebut merupakan rekor dalam hasil tes rutin mingguan yang dilakukan sejak Agustus.

Dua pertandingan Liga Inggris, Newcastle United vs Aston Villa dan Everton vs Manchester City telah dibatalkan.

Manchester City's Kyle Walker refreshes himself before the Champions League group C soccer match between Manchester City and Olympiakos at the Etihad stadium in Manchester, England, Tuesday, Nov. 3, 2020. (AP Photo/Dave Thompson)Kyle Walker salah satu pemain yang diketahui terpapar virus corona pada pekan lalu. (AP Photo/Dave Thompson)

Selain itu pada Selasa malam waktu setempat ada sembilan pertandingan di Liga Inggris, termasuk di Divisi Championship, League One dan League Two yang dibatalkan lantaran penyebaran Covid-19 yang masif.

Sheffield United pun mengonfirmasi ada beberapa orang staf yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun pertandingan melawan Burnley tetap dilaksanakan.

Sementara manajer Southampton, Ralph Hasenhuttl tidak diperbolehkan mendampingi anak asuhnya ketika berhadapan dengan West Ham United karena ada anggota keluarga yang terpapar virus corona.

Perkembangan terakhir menyebutkan pertandingan antara Tottenham Hotspur vs Fulham juga terancam karena ada kasus positif Covid-19 di sekeliling skuad The Cottagers.

Secara keseluruhan di Inggris, kasus Covid-19 kembali meningkat. Pada Selasa tercatat ada 53.135 kasus baru dan 414 kematian.

Peningkatan kasus positif dan kematian tersebut meningkat sejak September dan terus menanjak jelang pergantian tahun.