3 Target Besar Tim Badminton Indonesia Usai Olimpiade Tokyo

Tim Badminton Indonesia tak punya banyak waktu untuk bersantai setelah berjuang di Olimpiade Tokyo. Berikut tiga target besar Tim Badminton Indonesia hingga akhir tahun 2021.
Tim Badminton Indonesia telah menunaikan tugasnya di Olimpiade Tokyo. Misi  meraih medali emas bisa diwujudkan oleh Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade.
Selain satu medali emas, Tim Badminton Indonesia juga menyumbang satu medali perunggu lewat Anthony Ginting di nomor tunggal putra.
Selepas tampil di Olimpiade, Tim Badminton Indonesia tak punya banyak waktu untuk beristirahat.

Mereka sudah dituntut untuk bersiap menjalani agenda turnamen yaitu Korea Open dan Taiwan Open mulai akhir Agustus hingga awal September.

Namun ada tiga target besar yang bakal jadi fokus utama Tim Badminton Indonesia di sisa tahun ini. Berikut tiga target besar Tim Badminton Indonesia:

1. Piala Sudirman

Piala Sudirman akan berlangsung pada 26 September hingga 3 Oktober di Vantaa, Finlandia. Dengan waktu hanya berkisar 1,5 bulan menuju ajang tersebut, itu berarti para pemain utama Tim Badminton Indonesia tak bakal punya waktu untuk beristirahat lama.

Keberhasilan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo menjadi suntikan semangat besar bagi upaya Indonesia merebut Piala Sudirman tahun ini.
Dengan keberhasilan tersebut, Greysia/Apriyani tentu diharapkan untuk bisa jadi motor penyumbang poin di kejuaraan beregu campuran ini.

Piala Sudirman adalah kejuaraan beregu campuran yang mempertandingkan lima disiplin nomor badminton yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Piala Sudirman diambil dari nama Dick Sudirman, tokoh bulutangkis Indonesia. Indonesia sempat juara Piala Sudirman di edisi pertama pada 1989 namun setelah itu belum lagi berhasil membawa pulang piala tersebut.
2. Piala Thomas-Uber
Piala Thomas-Uber akan berlangsung pada 9-17 Oktober di Aarhus, Denmark. Piala Thomas-Uber tahun ini adalah edisi yang tertunda dari jadwal semula yaitu tahun lalu.

Piala Thomas adalah kejuaraan beregu putra sedangkan Piala Uber adalah kejuaraan beregu putri. Di ajang tersebut, tiap negara akan mempertandingkan tiga nomor tunggal dan dua nomor ganda.

Indonesia terakhir kali juara Piala Thomas pada 2002 dan terakhir kali mengangkat Piala Uber pada 1996.

Di atas kertas, Indonesia punya komposisi tim yang bagus untuk memenangkan Piala Thomas tahun ini karena punya skuad tunggal dan ganda yang ada di jajaran 10 besar di dunia. Di tunggal, Indonesia memiliki Anthony Ginting dan Jonatan Christie sedangkan di nomor ganda Indonesia bisa mengandalkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan adalah juara dunia 2019. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
3. Kejuaraan Dunia

Di paruh akhir tahun 2021, Tim Badminton Indonesia masih punya peluang memenangkan gelar juara dunia. Kejuaraan Dunia adalah kejuaraan perorangan yang akan berlangsung di Huelva, 12-19 Desember 2021.

Sebelum bertolak ke Huelva, para pemain badminton juga bakal berduel di tiga seri turnamen yang berlangsung di Indonesia selama bulan November hingga awal Desember. Sejak 16 November hingga 5 Desember, bakal berlangsung Indonesia Masters, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals 2021 di Bali.
Kejuaraan Dunia tahun ini terasa unik karena bakal berlangsung setelah BWF World Tour Finals yang biasanya jadi turnamen penutup tahun.

Pada edisi terakhir Kejuaraan Dunia di 2019, Indonesia punya satu wakil yang jadi juara yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.