Olimpiade Tokyo 2020 memasuki hari kelima setelah resmi dibuka pada 23 Juli lalu. Berikut lima momen haru dari beragam cabang olahraga yang telah memperebutkan medali emas di Olimpiade kali ini.
Salah satu kisah yang mengharukan muncul saat Filipina meraih medali emas pertama sepanjang sejarah partisipasi mereka. Sejarah itu ditorehkan oleh lifter putri, Hidilyn Diaz usai jadi yang terbaik di kelas 55 kilogram putri.

Selain itu ada cerita sukses perenang berusia 18, Ahmed Hafnaoui, dan atlet anggar asal Hong Kong, Edgar Cheung Ka-long, juga tak kalah menyentuh. Keduanya berhasil membuat kejutan di arena masing-masing meski dalam posisi yang tidak diunggulkan.

Filipina mencatat sejarah dengan meraih medali emas pertama di Olimpiade lewat cabang angkat besi yang ditorehkan Hidilyn Diaz pada Olimpiade Tokyo 2020.

Hidilyn Diaz meraih emas pada kelas 55 kg putri usai mengalahkan Liao Qiuyun dari China dan Zulfiya Chinshanlo dari Kazakhstan.

Tangis Diaz pun tak terbendung usai memastikan medali emas jadi miliknya. Dia menangis sebelum kemudian memeluk pelatihnya.

Emas yang diraih Diaz itu jadi yang pertama dalam sejarah keikutsertaan Filipina di Olimpiade. Sejak kali pertama tampil di pesta olahraga empat tahunan ini di Olimpiade Paris 1924, capaian terbaik Filipina hanyalah medali perak.

2. Atlet 13 Tahun Raih Emas

Sejarah juga berhasil diciptakan oleh Nishiya Momiji. Atlet berusia 13 itu melakukannya setelah jadi peraih medali emas putri pertama dari cabang olahraga skateboard di Olimpiade Tokyo 2020.

Nishiya Momiji meraih medali emas. (REUTERS/Lucy Nicholson)
Pada final nomor women’s street yang berlangsung di Ariake Urban Sports Park, Tokyo, Senin (26/7), Momiji mencatatkan namanya di buku sejarah Olimpiade usai mencatatkan skor 15,26.

Sebelum meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, prestasi terbaik Momiji hanya meraih medali perak. Prestasi itu diukirnya saat menempati posisi runner up dalam kejuaraan dunia skateboarding 2021 di Roma, Italia.

3. Kakak Adik Raih Emas
Hifumi Abe dan Uta Abe mencatatkan rekor sebagai kakak beradik pertama dari Jepang yang meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Abe bersaudara mencatatkan rekornya di cabang olahraga judo di Nippon Budokan, pada Minggu (25/7).

Uta memastikan medali emas terlebih dahulu saat memenangkan laga final menghadapi wakil Prancis Amandine Buchard di kelas 52kg. Sukses sang adik berhasil diikuti oleh Hifumi yang mengalahkan wakil Georgia, Vazha Margvelashvilli di partai final kelas 66 kg.

4. Perenang Tunisia Buat Kejutan

Perenang berusia 18, Ahmed Hafnaoui membuat kejutan dengan merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dari 400 meter gaya bebas putra.

Hafnaoui sebenarnya tampil di nomor 400 meter gaya bebas putra dengan status non unggulan. Ia juga hanya bisa menempati posisi kedelapan dalam babak eliminasi dengan catatan waktu 3 menit 48,68 detik.

Hafnaoui pun sulit mempercayai keberhasilannya meraih medali emas. Apalagi, perenang asal Tunisia itu tak membidik target jadi nomor satu di Olimpiade kali ini.

“Saya tidak bisa mempercayainya. Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Hafnaoui.

5. Medali Emas untuk Hong Kong

Atlet anggar Hong Kong, Edgar Cheung Ka-long membuat sejarah setelah meraih medali emas di nomor men’s individual foil Olimpiade Tokyo 2020.

Ka-long memastikan medali emas setelah mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 asal Italia, Daniele Garozzo dengan 15-11. Hasil ini membuat Ka-long mempersembahkan medali emas untuk Hong Kong yang terakhir kali diraih di Olimpiade Atlanta 1996.

“Sejujurnya, saya tidak setenang itu, saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan. Ini seperti mimpi– itulah alasan mengapa semua orang berpikir saya tetap tenang, tetapi sebenarnya saya tidak tahu apa yang terjadi,” ujar Ka-long seperti dilansir dari Daily Mail.