5 Pemain Top Mandul di Fase Grup Euro 2020

Fase grup Euro 2020 (Euro 2021) menghasilkan 94 gol dari 36 pertandingan, namun ada beberapa pemain top yang masih belum mencatatkan nama di papan skor.

Saat ini Cristiano Ronaldo jadi pemain tersubur dengan lima gol, dibuntuti pemain-pemain haus gol macam Romelu Lukaku dan Robert Lewandowski. Selain itu juga ada nama-nama kejutan, seperti Patrik Schick dan Emil Forsberg yang juga mengemas tiga gol.

Di saat beberapa pemain sudah menunjukkan ketajaman membobol gawang lawan, ada beberapa pemain yang masih tanpa gol hingga fase grup Euro 2020 selesai digelar.

 

Beberapa di antaranya merupakan pemain andalan yang menjadi starter di tim masing-masing dan bahkan masuk sebagai kandidat top skor sebelum Euro 2020 dimulai.

Berikut lima pemain top di Euro 2020 yang masih belum mencetak gol:

1. Harry Kane (Inggris)

Tiga kali tampil sebagai starter The Three Lions, Kane gagal mencetak gol. Pemain tersubur di Piala Dunia 2018 itu semula masuk jajaran teratas dalam bursa taruhan calon top skor Euro 2020.

Kane pada kompetisi musim 2020/2021 juga menjadi top skor di Liga Inggris sehingga membuat namanya dijagokan sebagai yang tertajam di Euro.

Pemain Tottenham Hotspur tersebut tampil sebanyak 246 menit. Kane diganti Jude Bellingham pada laga pertama, ditukar Marcus Rashford pada laga kedua, dan baru bermain 90 menit pada laga ketiga. Dari tiga laga Kane hanya melepaskan lima tembakan.Kane kalah tajam ketimbang Raheem Sterling, yang sudah mencetak dua gol dan menjadi top skor timnas Inggris di Euro 2020.

2. Kylian Mbappe (Prancis)

Skuad Prancis yang dihuni sederet pemain elite di barisan depan hanya mencetak empat gol selama fase grup. Dua gol disumbangkan Karim Benzema, satu gol dari Antoine Griezmann, dan satu lagi merupakan bunuh diri Mats Hummels.

Mbappe masih tanpa gol hingga fase grup tuntas. Digadang-gadang bakal moncer, pemain Paris Saint-Germain itu malah kalah pamor dengan senior-seniornya.

 

Tak tergantikan dalam tiga laga, selama 270 menit Mbappe memiliki kontribusi terhadap daya gedor Prancis. Sebuah gol yang dicetak ke gawang Jerman dianulir karena offside.

Selain satu tembakan dalam laga melawan Portugal dan Jerman, Mbappe melepas enam upaya mencetak gol ke gawang Hungaria.

3. Olivier Giroud (Prancis)

Giroud menjadi salah satu ‘korban’ lini depan Prancis yang sesak. Pemain berjuluk The Charming Striker ini harus mengalah dari Benzema sebagai ujung tombak.

Pemain Chelsea ini baru sekali dimainkan pelatih Didier Deschamps ketika Prancis menghadapi Hungaria pada matchday kedua.

Dalam pertandingan tersebut, Giroud menggantikan Benzema pada menit ke-75. Selama 15 menit lebih di lapangan, Giroud tidak melepaskan satu pun tembakan ke gawang lawan.

4. Serge Gnabry (Jerman)

Pelatih Jerman, Joachim Low, menempatkan Gnabry sebagai pemain terdepan di skuad Die Mannschaft dalam formasi 3-4-3. Namun dari enam gol yang dilesakkan Jerman, tidak tercantum nama pemain Bayern Munchen tersebut.

Gnabry kalah tajam dibanding gol bunuh diri yang menyumbang dua gol untuk Jerman. Gnabry selalu diganti dalam tiga laga fase grup. Selama 228 menit di lapangan, Gnabry melepaskan lima tembakan.

Kontribusi Gnabry ketika bermain lebih banyak ke upaya dribel dan penguasaan bola.

Bersama Aaron Ramsey, Bale menjadi tokoh penting di timnas Wales saat ini. Bale hanya diganti sekali ketika laga melawan Italia menyisakan empat menit di waktu normal.

5. Gareth Bale (Wales)

Bale beberapa kali membuang peluang, termasuk ketika melawan Italia dan saat gagal membobol gawang Turki dari titik penalti.

Bale sejauh ini turut menyumbang dua assist. Keduanya diborong pada saat Wales mengalahkan Turki di saat terpilih menjadi Star of The Match.

Tags :