7 Fakta Menarik Usai Man Utd Digulung Young Boys

Kekalahan Manchester United dari Young Boys dalam laga pertama Liga Champions 2021/2022 diiringi berbagai fakta. Berikut tujuh fakta menarik usai Man Utd digulung juara Swiss.
Man Utd gagal meraih kemenangan dalam partai pembuka Liga Champions musim ini. Sempat unggul lebih dulu pada babak pertama,  Man Utd justru kebobolan dua gol pada babak kedua.
Gol Cristiano Ronaldo pada menit ke-13 dibalas Nicolas Ngamaleu pada menit ke-66 dan Theoson Jordan Siebatcheu pada masa injury time.

Kartu merah Aaron Wan-Bissaka menjadi salah satu titik balik dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Wankdorf. Setelah Man Utd bermain dengan 10 orang, Young Boys giat menyerang dan Setan Merah lebih banyak bertahan.

Kekalahan di laga pertama membuat Man Utd harus berjuang ekstra dalam sisa lima laga di fase grup. Selanjutnya Man Utd akan bertemu Villarreal dan Atalanta.

Berikut 7 fakta menarik usai Man Utd dikalahkan Young Boys:

1. Young Boys merupakan klub ke-36 yang dibobol Ronaldo dalam ajang Liga Champions. Ronaldo sudah pernah bertemu Young Boys saat masih memperkuat Juventus, namun gagal melesakkan gol ketika itu.

Tidak ada pemain lain yang telah mencetak gol ke-36 gawang lawan. Selain Ronaldo, pemain lain yang memiliki catatan serupa adalah Lionel Messi.

2. Sejak berusia 30, Ronaldo mencatatkan 68 pertandingan di Liga Champions dan melesakkan 63 gol. Jumlah gol tersebut membuat Ronaldo sebagai pemain di atas usia 30 yang memiliki catatan gol terbanyak di Liga Champions.

3. Aaron Wan-Bissaka menjadi pemain pertama Man Utd yang diberi kartu merah dalam laga Liga Champions setelah Nani yang langsung dikeluarkan wasit dalam pertandingan melawan Real Madrid pada 2013.
4. Man Utd hanya sekali mencatatkan clean sheet atau pertandingan tanpa kebobolan di Liga Champions selama dilatih Ole Gunnar Solskjaer.

5. Gol yang dilesakkan Siebatcheu pada menit ke-94 dan detik ke-22 merupakan gol yang paling telat di dalam sejarah Liga Champions setelah gol Lucas Moura ketika mencetak gol ke gawang Ajax pada Mei 2019.

Ketika itu, pemain Tottenham Hotspur tersebut mencetak gol ketika waktu menunjukkan masuk menit ke-95 dan detik pertama.

6. Man Utd yang nyaris bertahan sepanjang waktu setelah kalah jumlah pemain hanya mencatatkan dua tembakan ke gawang lawan. Sejak dicatat Opta pada musim 2003/2004, ini merupakan catatan tembakan paling sedikit yang dibukukan Man Utd.

Kedua tembakan itu dihasilkan Ronaldo, yakni pada menit ke-13 ketika mencetak gol dan pada menit ke-25 ketika tembakan kapten timnas Portugal itu diblok kiper David Von Ballmoos.

7. Man Utd telah menelan tujuh kekalahan dari 11 pertandingan di Liga Champions selama dipegang Solskjaer.

Dengan catatan tersebut maka 13 persen (7/54) dari total kekalahan Man Utd di Liga Champions terjadi di bawah kepemimpinan Solskjaer. Padahal Solskjaer hanya memipin 4,8 persen pertandingan Man Utd di ajang kompetisi antarklub Benua Biru (11/231).