AC Milan Tidur Nyenyak Saat Disiksa Atalanta

 

AC Milan kalah saat menjamu Atalanta dalam laga Liga Italia di San Siro. Dalam prosesi pembantaian tersebut, Milan seolah hanya tidur nyenyak saat disiksa Atalanta.

Milan yang harus tampil tanpa Hakan Calhanoglu di lini tengah jelas terlihat kekurangan kreativitas untuk menyusun serangan. Pilihan Stefano Pioli untuk menurunkan Soualiho Meite, Sandro Tonali, dan Franck Kessie di lini tengah menjadi sebuah kesalahan.

Milan benar-benar didikte oleh Atalanta di sepanjang babak pertama. Pemain terbaik Milan tak pelak adalah Gianluigi Donnarumma yang membuat sejumlah penyelamatan penting sehingga Milan wajib bersyukur hanya kebobolan satu gol oleh sundulan Cristian Romero di akhir babak pertama.

 

Pioli menyadari kesalahan yang dilakukan pada formasi awal dan kemudian memutuskan menurunkan Brahim Diaz di awal babak kedua untuk menggantikan Meite. Ternyata perubahan tersebut tidak berdampak banyak.

Atalanta's Cristian Romero scores his side's opening goal during the Serie A soccer match between AC Milan and Atalanta at the Milan San Siro Stadium, Italy, Saturday, Jan. 23, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)Cristian Romero mencetak gol pertama untuk Atalanta. (AP/Antonio Calanni)

Atalanta masih leluasa menekan dan menggempur pertahanan Milan. Lini belakang Milan bekerja keras menghalau serangan Josip Ilicic dan kawan-kawan tetapi kesalahan Franck Kessie jadi pembuka gol kedua Atalanta.

Dalam situasi Milan tengah menjalani hari buruk, Kessie justru melakukan kesalahan fatal dengan menyikut Ilicic di kotak penalti.

Wasit Maurizio Mariani bisa melihat jelas adegan itu sehingga tanpa ragu menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning pada Kessie.


Debut Mandzukic Tak Menolong Milan
Ilicic dengan dingin menaklukkan Donnarumma dan mengubah skor menjadi 2-0 di awal babak kedua.

Tanpa serangan berarti hingga 20 menit terakhir, Pioli memutuskan menurunkan Mario Mandzukic dan Ante Rebic secara bersamaan.

Mandzukic langsung membuat gebrakan dengan melepaskan tembakan yang bisa dibendung oleh kiper Atalanta, Pierluigi Gollini. Namun setelah momen itu, Milan kembali ke permasalahan semula. Tanpa kreativitas di lini tengah.

Meski Zlatan Ibrahimovic dan Mandzukic berputar-putar di kotak penalti, Atalanta bisa tenang karena mereka sukses memutus aliran bola dari lini tengah Milan.

AC Milan's Mario Mandzukic reacts after missing a scoring chance during the Serie A soccer match between AC Milan and Atalanta at the Milan San Siro Stadium, Italy, Saturday, Jan. 23, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)Mario Mandzukic tidak bisa memberikan pertolongan pada AC Milan. ( AP/Antonio Calanni)

Sandro Tonali dan kawan-kawan di lini tengah kalah bersaing dengan perfroma agresif Robin Gosens dan kawan-kawan. Serangan dari full back Davide Calabria dan Theo Hernandez yang terkadang jadi alternatif tidak terlihat menonjol di laga ini.

Milan bahkan harus menelan kenyataan pahit bahwa mereka kebobolan gol ketiga oleh Duvan Zapata. Sejatinya Milan bisa menerima gol lebih banyak andai Atalanta lebih tenang dalam pemanfaatan peluang.

Dari data yang ada, Milan hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran yang semuanya terjadi di pengujung babak kedua. Catatan itu berbanding jauh dengan Atalanta yang punya total 15 tembakan dengan tujuh di antaranya tepat sasaran.

Milan harus mengakui bahwa mereka benar-benar dikalahkan dengan telak oleh Atalanta tanpa memiliki argumen dan alasan yang bisa menyatakan seharusnya mereka menang di laga ini.