Anwar Ibrahim Saat Dipenjara, B J Habibie Kirim Surat ke Otoritas Malaysia: Jangan Apa-apakan Adik Saya

TEMPO.COJakarta – Anwar Ibrahim resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10 pada Kamis, 24 November 2022. Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun memberikan selamat kepada orang nomor satu Negeri Jiran itu. Jokowi menilai, diangkatnya Anwar sebagai PM dapat mempererat hubungan antara Malaysia dan Indonesia.

“Selamat dari Indonesia untuk Yang Mulia Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia. Datuk Anwar adalah tokoh yang sudah lama dikenal luas dan dihormati oleh rakyat Indonesia,” kata Presiden Jokowi di Instagram, Jumat, 25 November 2022.

Kisah Abang-Adik, BJ Habibie dan Anwar Ibrahim

Anwar memang diketahui punya hubungan dekat dengan Indonesia. Tokoh politik Malaysia itu sudah lama dikenal di Tanah Air. Bahkan Anwar punya hubungan spesial layaknya kakak-adik dengan BJ Habibie. Bagi Anwar, mendiang Mantan Presiden ke-3 Indonesia itu sudah seperti kakak sekaligus sahabat. Pernyataan itu disampaikannya usai menyambangi kediaman keluarga almarhum di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, pada Oktober 2019 lalu.

“Saya sebagai adik, hubungan saya dengan Habibie begitu akrab,” kata Anwar kala itu, seperti dikutip Antara.

Saat Anwar dijebloskan ke penjara pada 1999, Habibie adalah salah satu sosok yang membelanya. Anwar bercerita, peran kakak dan sahabat ditunjukkan BJ Habibie saat dirinya mendekam di penjara. Dia menduga intel Indonesia mengetahui dirinya disiksa dan dipukul ketika itu. Mendengar hal itu, Habibie lantas membuat langkah diplomatis dengan mengirim surat kepada otoritas Malaysia. Isinya, Habibie meminta Anwar untuk tak diapa-apakan.

“Sewaktu saya dipenjara, mungkin intel Indonesia mendengar saya disiksa, dipukul. Pak Habibie membuat sebuah langkah diplomatik luar biasa. Dia mengirim surat (ke otoritas Malaysia), isinya: Tolong jangan apa-apakan adik saya,” kata Anwar.

Tak hanya itu, perhatian Habibie terhadap Anwar berlanjut saat politisi Malaysia itu mengikuti proses pengadilan pada 2015. Dia dituduh melakukan tindakan asusila sodomi. Anwar bercerita, sehari sebelum vonis pengadilan dibacakan, dia sempat menginap di kediaman Habibie di Jakarta. Saat sarapan dengan Habibie, Anwar diminta untuk tak kembali ke Malaysia. Sebab, jika dia pulang, maka dirinya akan di penjara.

“Anwar, jangan pulang, kalau kamu pulang, kamu dipenjara,” kata Anwar menuturkan ulang ucapan Habibie.

Setelah bebas dari tahanan pada 16 Mei 2018, sebelum melewat ke negeri lain, Indonesia adalah negara pertama yang dikunjungi Anwar. Tak lain, tujuannya adalah untuk menemui “Sang kakak”, Habibie. Anwar juga sempat menjenguk Habibie beberapa hari sebelum mendiang wafat pada 11 September 2019. Kendati tak dapat melayat saat pemakaman, Anwar meminta istrinya, Wan Azizah, untuk hadir pada upacara pemakaman BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 12 September.