Apa Itu Gegenpressing dalam Sepak Bola?

Istilah gegenpressing sering muncul beriringan dengan keberadaan pelatih Ralf Rangnick di Manchester United.

Gegenpressing dengan Ralf Rangnick sejatinya tak bisa dipisahkan. Pelatih kelahiran Jerman itu memang dikenal sebagai bapak gegenpressing.

Gegenpressing lantas mulai diperbincangkan tatkala “murid” Rangnick, Juergen Klopp, mampu membawa Borussia Dortmund berjaya pada musim 2010-2011 dan 2011-2012.

Dortmund kala itu bermain atraktif dengan filosofi gegenpressing.

Apa Itu Gegenpressing?

Gegenpressing adalah istilah tentang filosofi permainan sepak bola yang memainkan tekanan tinggi dan kolektif kepada lawan.

Dalam bahasa Inggris, gegenpressing berarti counter-pressing.

Istilah gegenpressing berasal dari Jerman, sesuai dengan tanah kelahiran Ralf Rangnick dan Juergen Klopp.

Bagaimana Melihat Gegenpressing dalam Pertandingan Sepak Bola?

Gegenpressing dapat dilihat ketika pemain kehilangan bola. Sebuah tim akan bereaksi menutup ruang lawan untuk melakukan serangan atau penguasaan bola.

Cara menutup ruang tersebut tidak dilakukan oleh satu-dua orang melainkan mengisi jumlah pemain agar lebih unggul daripada lawan.

Sebelumnya, perlu dipahami terlebih dahulu tiga fase utama dalam sepak bola, yakni bertahan, menyerang, dan transisi.

Fase transisi terbagi lagi menjadi transisi positif (bertahan ke menyerang) dan negatif (menyerang ke bertahan).

Gegenpressing terletak pada saat kehilangan bola atau transisi. Kemudian, gegenpressing tak memakai atau bahkan menghapus fase transisi negatif.

Artinya, pemain sesegera mungkin kembali berada dalam fase menyerang meski tak membawa bola dan berada di area lawan.

Tujuan gegenpressing adalah merebut kembali bola dari lawan. Selain itu, mengacaukan skema serangan balik lawan yang dibangun.

Salah satu keuntungan gegenpressing yang berhasil adalah bola dalam penguasaan dan pemain sudah ada di pertahanan lawan atau lebih dekat dengan gawang.