Banjir Rendam Sawah di Demak Kerugian Miliaran Rupiah

TEMPO.CODemak-Selama sepekan terakhir sawah di Desa Prampelan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak berubah menjadi hamparan air. Tanaman padi yang baru ditanam tiga pekan sebelumnya tak terlihat diterjang banjir. Banjir merendam seluruh wilayah desa tersebut.

Wilayah pertama di Desa Prampelan adalah RW 5 yaitu sejak 28 Desember 2022 lalu. Lantas empat RW lain menyusul tiga hari kemudian. “RW lainnya mulai Sabtu. Malam tahun baru,” kata Kepala Desa Prampelan, Muhammad Koif, Rabu, 4 Januari 2023.

Menurut dia, tanaman padi yang direndam banjir tersebut baru diberi pupuk. “Ada 200 hektare sawah semua terendam. Kerugiannya setiap bahu Rp 10 juta,” kata dia. Bahu merupakan ukuran luas yang digunakan warga setempat setara sekitar 0,7 hektare.

Muhammad mengatakan kedalaman banjir yang menggenangi seluruh desanya bervariasi antara 60-120 sentimeter. Kini banjir telah mulai surut, namun di sejumlah titik kedalamannya 100 sentimeter. 

Kini seluruh warga Desa Prampelan berjumlah sekitar empat ribu jiwa mengungsi. Mereka tersebar di kantor pemerintah desa, tempat ibadah, dan sekolahan. “Makanan disumplai dari balai desa dan ada juga yang mandiri,” sebutnya.

Dia memprediksi, jika tak terjadi hujan dan tak ada kiriman air dari daerah lain banjir di Prampelan bakal surut dalam sepekan ke depan. “Desa Pramperan ini di cekungan, seperti mangkuk. Jadi airnya susah surut,” ujarnya. “Terparah tahun ini.”