Bayang-bayang Messi dan Skor 2-8 Barcelona vs Bayern Munchen

Barcelona akan mengawali Liga Champions 2021/2022 dengan dua bayang-bayang. Ini bisa berdampak negatif, tetapi bukan mustahil laga menjamu Bayern Munchen jadi momentum positif.
Barcelona tergabung di Grup E bersama Bayern Munchen, Benfica, dan Dynamo Kyiv. Laga perdana Grup E musim ini mempertemukan Barcelona kontra Bayern Munchen di Stadion Camp Nou pada Selasa (14/9) malam waktu Spanyol atau Rabu (15/9) dini hari WIB.

Pertama, Barcelona yang baru kehilangan Lionel Messi belum menemukan sosok inspiratif. Faktanya, dari sembilan pertemuan melawan Bayern Munchen, Barcelona hanya dua kali menang, itu berkat aksi pemain Paris Saint-Germain (PSG) tersebut.

Kemenangan pertama Barcelona tercipta pada laga leg pertama babak delapan besar musim 2008/2009. Kala itu, El Barca unggul 4-0 lewat dua gol Messi ditambah gol Samuel Eto’o dan Thierry Henry.

Lantas kemenangan kedua tercipta pada babak semifinal musim 2014/2015. Dalam pertandingan leg pertama yang berlangsung di Stadion Camp Nou, Barcelona unggul 3-0 berkat dua gol Messi dan gol lainnya dilesakkan Neymar.

Lionel Messi telah pergi meninggalkan Barcelona. (REUTERS/ALBERT GEA)
Kini semua pemain yang mengantarkan kemenangan Barcelona atas Bayern Munchen itu sudah pergi. Eto’o dan Henry telah pensiun, sedangkan Messi dan Neymar membela PSG. Bisakah Barcelona lepas dari bayang-bayang Messi di laga pertama kontinental ini?

Tanda ke arah sana mulai terlihat. Dalam tiga laga Liga Spanyol, tim asuhan Ronald Koeman ini belum kalah: dua kali menang dan sekali imbang. Dalam tiga pertandingan tersebut Memphis Depay dan Martin Braithwaite jadi yang tersubur dengan dua gol.

Utamanya Depay, sedang dalam performa terbaik. Tak hanya bersinar bersama Barcelona, ia juga tampil impresif bersama timnas Belanda. Karenanya tak salah suporter Barcelona berharap pemain 27 tahun ini tampil garang melawan Bayern Munchen.

Bayang-bayang Messi sebagai sihir utama Barcelona di pentas Eropa dalam dua dekade terakhir mungkin belum tergantikan, tetapi DNA juara kiranya masih sama. Genetik klub Catalan yang pantang dijajah coba dikobarkan jelang laga ini.

Tiket pertandingan kandang Barcelona yang kurang laku, pun jadi momentum. Dilansir dari laporan Marca pada Jumat (10/9), tiket Barcelona vs Bayern Munchen baru terjual 31.213 dari total jumlah tiket yang dilepas: 40.000.

Ini anomali. Musim-musim sebelumnya, sangat sulit mendapatkan tiket laga kandang Barcelona di pentas Liga Champions. Jangankan untuk laga besar seperti melawan Bayern Munchen, tiket melawan tim-tim yang dianggap lebih lemah pun sama sulitnya.

Jika kali ini Barcelona dapat menaklukkan Bayern Munchen, bayang-bayang Messi akan luntur dan keraguan akan kualitas tim bisa dipecahkan. Otomatis pula tiket pertandingan kandang Barcelona akan diburu para fan klub yang mengalami keraguan.

Kedua, klub berjulukan Blaugrana ini dibantai 2-8 dalam laga terakhir melawan Die Roten. Kekalahan itu tercipta pada babak delapan besar musim 2019/2020. Kekalahan memalukan tersebut tercipta saat tampil di tempat netral: Stadion Da Luz, Lisbon, markas Benfica.

Ini adalah kekalahan terbesar Barcelona di pentas Eropa. Mengingat duel ini adalah kali pertama setelah kekalahan tersebut, cerita dari kekalahan ini akan dibahas habis-habisan. Ini bisa menjadi peremuk mentalitas para pemain.

Namun, Barcelona tetaplah Barcelona. Nama mereka lebih besar dari pemain manapun, termasuk Messi. Barcelona akan tetap besar tanpa Messi, sedangkan Messi jadi besar karena Barcelona.
Terkait Messi, akan berbeda. Walau dibesarkan Barcelona, Messi tak kalah besar dengan klub yang membinanya itu. Nama dan rekor-rekornya akan kekal sebagai bintang sepak bola, sama seperti Diego Armando Maradona, Pele, dan Cristiano Ronaldo.

Saat ini Barcelona punya daftar pemain yang bisa menghapus jejak yang terus dikait-kaitkan dengan Messi. Salah satunya adalah Depay. Mantan pemain Olympique Lyonnais ini terbukti bisa jadi harapan lini depan Barcelona lewat gol-golnya.

Selain sudah mengemas dua gol di Liga Spanyol, ia mengemas 10 gol untuk Belanda dari lima laga. Teranyar, Depay melesakkan trigol atau hattrick ke gawang Turki dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 7 September lalu.

Sepanjang kariernya, Depay ambil bagian dalam tiga musim Liga Champions Eropa. Pertama bersama Manchester United pada musim 2015/2016, kedua bersama Lyon pada musim 2018/2019 dan 2019/2020.

Dari tiga musim tersebut ia melakoni 24 pertandingan atau delapan laga per musim. Menariknya, ia selalu mencetak gol pada setiap musim. Rinciannya adalah tiga gol pada 2015/2016, satu gol pada pada 2018/2019, dan enam gol pada 2019/2020.

Akankah ketajaman Depay berlanjut dan membuat Barcelona ‘move on’ dari bayang-bayang Messi? Situasi dan kondisi sangat terbuka. Depay sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi setelah resmi diumumkan sebagai bagian Barcelona pada 19 Juni lalu.

Masalahnya klub berjulukan FC Hollywood ini juga sedang dalam performa meyakinkan. Dalam enam pertandingan terakhir Bayern Munchen tak pernah kalah. Kehadiran Julian Nagelsmann membuat sisi penyerangan tetap tajam dan lini pertahanan solid.

Dalam enam pertandingan ini Thomas Muller dan kawan-kawan hanya kebobolan lima kali dan melesakkan 28 gol. Terbaru Bayern Munchen melumat RB Leipzig dengan skor 4-1. Kemenangan pada Sabtu (11/9) inilah yang jadi modal tandang ke Barcelona.

Striker Bayern Munchen, Robert Lewandowski, niscaya pula akan dibanding-bandingkan dengan Depay. Sejauh ini dalam lima laga Bayern Munchen, Lewandowski telah melesakkan tujuh gol. Sama seperti Depay, pria asal Polandia ini juga tajam bersama timnas.

Siapakah yang akan lebih bersinar, Depay atau Lewandowski? Barcelona sedang butuh kekuatan atau keajaiban alam. Mereka butuh sinar Depay untuk mengembalikan kepercayaan fan klub, sehingga rasio penjualan tiket kembali normal.

Satu yang pasti, meski main di kandang Barcelona akan tetap kepayahan menaklukkan Bayern Munchen. Namun kemenangan bukan hal mustahil. Liga Champions Eropa 2020/2021 adalah momentum bagi Barca menghapus jejak Messi dan memori kekalahan 2-8.