Belimbing Wuluh Banyak Manfaat Kesehatan

TEMPO.COJakarta – Belimbing wuluh berkhasiat sebagai obat, dikutip dari Buku Saku Tanaman Obat yang diterbitkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Kandungan belimbing wuluh antara lain flavonoid, pektin, asam galat, asam ferulat, kalium oksalat, dan vitamin C. Rasa asam belimbing wuluh sering dimanfaatkan untuk masakan dibandingkan dikonsumsi langsung oleh masyarakat.

Apa saja manfaat belimbing wuluh?

1. Darah tinggi

Belimbing wuluh bermanfaat untuk meredakan risiko darah tinggi. Sebab, belimbing wuluh mengandung kalium berguna mengendalikan tekanan darah di tubuh. Tiga buah belimbing wuluh direbus dengan empat gelas air. Setelah dingin, air belimbing wuluh diminum sebanyak satu kali sehari.

2. Diabetes

Daun belimbing wuluh dapat dimanfaatkan untuk pengobatan diabetes melitus. Rebus tiga genggam daun belimbing wuluh dengan air secukupnya kemudian saring dan dinginkan. Minum air rebusan daun belimbing wuluh dua kali sehari, yakni pagi dan sore.

3. Jerawat

Mengutip publikasi Khasiat Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) terhadap Penyembuhan Acne Vulgaris dalam jurnal Majority (2016), belimbing wuluh mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, dan saponin yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri jerawat.

Penggunaan obat herbal belimbing wuluh diparutm kemudian ditempelkan di kulit yang berjerawat. Dilakukan secara rutin sebanyak dua kali sehari untuk mendapat hasil yang maksimal.

Kandungan belimbing wuluh

1, Mengutip WebMD,  antiinflamasi yang baik dari kadar antioksidan yang tinggi membantu meringankan gejala psoriasis dan dermatitis.

2. Meningkatkan metabolisme dengan serat dan kalorinya yang rendah.

3. Vitamin C membantu tubuh menghasilkan tingkat sel darah putih yang tepat untuk imunitas atau sistem kekebalan tubuh

4. Meningkatkan kesehatan pernapasan karena potensi antiinflamasi yang membantu meredakan sakit tenggorokan. Jus belimbing wuluh bermanfaat menghilangkan lendir dan dahak.

5. Serat dalam belimbing merangsang pergerakan feses melalui saluran pencernaan, meredakan gejala sembelit, kembung, kram, dan diare.