Bruno Fernandes Sindir Undian Ulang Babak 16 Besar Liga Champions

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes mengejek proses undian babak 16 besar Liga Champions setelah hasil undian memutuskan klubnya menghadapi Atletico Madrid. Sebab ini adalah hasil undian ulang karena kesalahan sistem.

Sebelumnya, dalam hasil undian pertama, Setan Merah dipilih untuk menghadapi raksasa Prancis, Paris Saint-Germain. Tapi undian diulang karena kesalahan klerikal saat proses pengundian berlangsung.

Undian asli dinyatakan batal, dan UEFA mengulang undian, dengan MU dipastikan akan menghadapi juara LaLiga, Atletico Madrid. Bruno Fernandes pun tidak dapat menahan diri untuk mengolok-olok pengundian yang diulang.

Menanggapi unggahan MU tentang hasil undian menghadapi Atletico Madrid, Fernandes berkomentar dengan nada sindiran sambil menyematkan emoji popcorn, “Jam berapa undian putaran ke-3?”

Fans MU sendiri sangat berharap mereka bisa melaju melewati Atletico Madrid di babak 16 besar, mengingat penampilan skuad asuhan Diego Simeone tersebut tidak konsisten musim ini.

Rekor Pertemuan

MU akan lebih dulu bertandang ke Wanda Metropolitano pada 24 Februari 2021, kemudian menjamu Atletico di Old Trafford pada 16 Maret 2022. Ada fakta menarik setelah hasil undian mempertemukan MU dan Atletico. Apa itu?

Kedua tim sebelumnya jarang bertemu di kancah Eropa. ini pertemuan pertama mereka sejak 1991 silam. Melansir Opta, pertemuan nanti menjadi yang pertama mereka bersua terakhir kali pada November 1991 silam.

Pada musim 1991/1992, mereka bertemu di Piala Winners dengan Atletico menang dalam dua leg. Dalam pertemuan itu, Atletico menang telak 3-0 pada leg pertama di Madrid. Sementara MU cuma mampu memetik hasil imbang pada leg kedua di Manchester.

Di sisi lain, hasil undian ini disambut baik oleh mantan pemain Setan Merah, Owen Hargreaves. Dia menyebut hasil undian kedua relatif sedikit lebih ringan buat Cristiano Ronaldo cs, dibandingkan bertemu PSG.

Meski demikian, MU patut waspada karena Atletico punya gaya berbeda namun dengan kualitas yang tetap tinggi dan berpotensi menjadi mimpi buruk untuk pasukan Ralf Rangnick.