Chen Qing Chen: Dari Julukan Dora hingga Diprotes Korea

Chen Qing Chen sudah lama dikenal luas oleh penggemar badminton Indonesia karena sering jadi rival pebulutangkis Indonesia sejak junior. Berikut profil Chen Qing Chen yang diprotes oleh Korea Selatan di Olimpiade Tokyo 2020.
Chen Qing Chen adalah salah satu pemain luar negeri yang familiar di kalangan penggemar badminton Indonesia. Walaupun usianya baru 24 tahun, namun ia sudah sejak lama akrab dalam rivalitas dengan pemain-pemain Indonesia.

Semasa junior, Chen Qing Chen adalah pemain serba bisa yang bermain di nomor ganda putri dan ganda campuran. Chen Qing Chen adalah sosok yang memupus harapan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Masita Mahmudin dan Rian Ardianto/Rosyita Eka Putri jadi juara dunia junior di nomor ganda campuran.

Di nomor ganda putri, Chen Qing Chen/Jia Yifan juga jadi sosok yang menaklukkan Apriyani Rahayu/Rosyita dalam final ganda putri Kejuaraan Dunia Junior 2014.

Setelah masuk ke level senior, karier Chen Qing Chen meningkat pesat. Ia sempat terus bermain di dua nomor bahkan bersaing dengan pemain senior Indonesia seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Chen Qing Chen sudah dikenal lama oleh penggemar badminton Indonesia. (Pool via REUTERS/LINTAO ZHANG)
Lantaran kerap kali berjumpa pemain-pemain Indonesia, Chen Qing Chen sempat mendapat julukan ‘Dora’ dari netizen Indonesia lantaran potongan rambutnya mirip tokoh kartun tersebut.

Dengan usia masih muda, Chen Qing Chen sudah berhasil menempati posisi nomor satu dunia dan terus stabil di papan atas hingga bertahun-tahun. Chen Qing Chen lalu lebih fokus di ganda putri setelah berpisah dari Zheng Si Wei di nomor ganda campuran.

Chen Qing Chen juga sudah merasakan gelar juara dunia dan medali emas Asian Games di nomor ganda putri. Ia juga jadi salah satu motor China untuk memenangkan Piala Uber dan Piala Sudirman.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Chen/Jia datang dengan status unggulan kedua. Di Olimpiade, penampilan Chen Qing Chen jadi salah satu yang mendapat sorotan.

Teriakan keras Chen Qing Chen membahana. Namun teriakan yang disuarakan Chen Qing Chen itu mendapatkan protes dari Asosiasi Badminton Korea.

Asosiasi Badminton Korea bahkan berencana melayangkan protes resmi kepada BWF atas teriakan yang dinilai kasar tersebut.
Chen Qing Chen sendiri sudah memberikan penjelasan bahwa teriakan itu ia lakukan hanya untuk menyemangati diri sendiri.

Chen/Jia pada akhirnya harus puas dengan raihan medali perak. Medali emas nomor ganda putri badminton Olimpiade direbut oleh Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Di babak final, Greysia/Apriyani menang 21-19, 21-15.