China Kembali Gelar Latihan Tempur di Sekitar Taiwan

TEMPO.COJakarta – Militer China mengatakan telah melakukan latihan tempur di sekitar Taiwan pada Ahad yang berfokus pada serangan darat dan laut. Seperti dilansir Reuters Senin 9 Januari 2023, ini merupakan latihan kedua China di wilayah itu dalam waktu kurang dari sebulan.

Komando Timur Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Ahad malam bahwa pasukannya telah mengatur “patroli kesiapan tempur gabungan dan latihan tempur yang sebenarnya” di laut dan wilayah udara di sekitar Taiwan.

“Tujuan dari latihan itu adalah untuk menguji kemampuan tempur gabungan dan dengan tegas melawan aksi provokatif dari pasukan eksternal dan pasukan separatis kemerdekaan Taiwan,” kata Komando China itu dalam sebuah pernyataan singkat.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan pada Senin 9 Januari 2023 bahwa selama 24 jam sebelumnya telah mendeteksi 57 pesawat China dan empat kapal angkatan laut yang beroperasi di sekitar pulau itu. Termasuk 28 pesawat yang terbang ke zona pertahanan udara Taiwan.

Beberapa dari 28 pesawat itu melintasi garis median Selat Taiwan, penyangga tidak resmi antara kedua belah pihak, termasuk pesawat tempur Su-30 dan J-16. Sementara dua pesawat pengebom H-6 berkemampuan nuklir terbang ke selatan Taiwan, menurut sebuah kementerian Taiwan.

China melakukan latihan serupa pada akhir Desember 2022. Saat itu, Taiwan melaporkan bahwa 43 pesawat China melintasi garis median Selat Taiwan, daerah penyangga tidak resmi antara kedua belah pihak.

China, yang selalu menggunakan kekuatan untuk menguasai pulau itu, telah melakukan latihan militer rutin ke perairan dan wilayah udara di dekat Taiwan selama tiga tahun terakhir.

Pada Agustus 2022, China mengadakan latihan perang di dekat Taiwan menyusul kunjungan mantan ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei.

Taiwan dengan tegas menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan hanya 23 juta penduduk pulau itu yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Beijing sangat marah dengan dukungan AS untuk Taiwan, termasuk penjualan senjata. Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Namun, AS merupakan pemasok senjata terpenting dan pendukung internasional pulau itu.