Divonis 10 Tahun Penjara, Indra Kenz Ajukan Banding

TEMPO.COTangerang – Pengadilan Negeri Tangerang memvonis 10 tahun penjara terhadap Indra Kesuma alias Indra Kenz. Atas vonis itu terdakwa tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penyebaran berita bohong dan penyesatan itu mengajukan banding.

Putusan Tim Majelis Hakim yang diketuai hakim Rakhman Rajagukguk itu terhitung lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni 15 tahun penjara. “Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang dan menyebarkan berita bohong dan penyesatan,” kata Ketua Majelis Hakim Rakhmat Rajagukguk hari ini Senin 14 November  2022.

“Kami banding,” kata Penasihat hukum Indra Kenz, Danang Hardianto, kepada Tempo usai sidang.

Selain hukuman penjara 10 tahun Indra juga dihukum membayar denda Rp5 miliar jika tidak dibayarkan diganti denda kurungan 10 bulan penjara.

Majelis hakim dalam amar putusan menyatakan Indra Kenz terbukti bersalah  melanggar Pasal 45 A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU ITE serta Pasal 3 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang  Pencegahan dan Pemberantasan  Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kepala seksi pidana umum Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan Herdian Malda Ksatria menyatakan pihaknya mengambil sikap pikir-pikir atas vonis majelis hakim itu. “Kami akan pikir-pikir selama tujuh hari,” kata Malda dihubungi  terpisah.

Di Rutan Salemba Indra Kenz Ikut Penyuluhan Hukum

Indra Kenz saat ini mendekam di Rumah Tahanan Negara (rutan) Kelas I Salemba Jakarta Pusat. Menurut Kepala Rutan Salemba Fonika Affandi, terdakwa kasus penipuan investasi opsi biner Binomo itu menempati blok dengan kamar berisi 12 orang tahanan. Di penjara Indra Kenz
sama seperti (tahanan) yang lain ikut giat pembinaan, seperti keagamaan, olahraga dan penyuluhan hukum.