Donald Trump Menuduh FBI Tutupi Kasus Hunter Biden

TEMPO.COJakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh FBI menutup-nutupi kasus yang melibatlan Hunter Biden dan ayahnya Joe Biden selama pemilu presiden 2020. Trump menuding staf FBI yang terlibat dalam kasus ini yang menutupinya.

Tuduhan itu disampaikan Trump pada Rabu, 28 Desember 2022, lewat media sosialnya Truth Social. Dia menyebut perilaku tersebut sebagai aib yang keterlaluan dan bagian dari kampanye untuk melawannya.

Trump tidak menjelaskan dasar tuduhannya. Namun itu tampaknya berasal dari sebuah artikel yang dipublikasi pada Selasa, 27 Desember 2022 di website The Federalist. Website beraliran konservatif itu menulis jurnalisnya bernama Maty Taibbi menemukan sebuah komunikasi penting dari November 2022, di mana pucul pimpinan Twitter membahas soal kontrak dengan FBI.

“Sejumlah teman di kantor wilayah Baltimore dan kantor pusat hanya melakukan pencarian dari kata kunci pelanggaran,” kata Stacia Cardille, tim hukum Twitter. Dia menambahkan tak ada permintaan besar dari divisi – divisi di biro FBI.

Sedangkan Jim Baker, mantan anggota FBI bidang konsultasi hukum, setuju dengan pandangan Cardille tersebut dan menyebut sikap FBK itu aneh.

The Federalist dalam pemberitaannya menulis kantor wilayah Baltimore harusnya bertanggung jawab untuk setiap investigasi di Delaware, termasuk yang mengawasi kemungkinan pelanggaran pajak oleh Hunter dan tindak kejahatan lainnya. Beberapa pelapor (whistleblowers) menyebut kantor pusat FBI ‘terjerat’ dengan penyelidikan Hunter.

Pertukaran informasi yang di ungkap jurnalis Matt Taibbi, menyebut ada saran agar FBI melakukan sebuah pengadilan pers guna mengintervensi pemilu 2020. Sedangkan File Twitter yang berisi serangkaian laporan menduga FBI menafsirkan cerita tentang laptop Hunter yang menjadi korban pembajakan pemerintah asing.