Efek Emas Lompat Tinggi Dibagi Dua pada Klasemen Olimpiade

– Mutaz Barshim dan Gianmarco Tamberi sepakat berbagi emas lompat tinggi Olimpiade Tokyo. Berikut efeknya terhadap klasemen medali di Olimpiade Tokyo 2020.
Mutaz Barshim dan Gianmarco Tamberi sepakat membagi dua emas Olimpiade nomor lompat tinggi. Keduanya sama-sama mencatat lompatan 2,37 meter di babak final.

Barshim dan Tamberi sejatinya bisa melakukan satu lompatan penentuan untuk menentukan pemenang medali emas. Namun mereka juga bisa sepakat membagi medali emas tersebut.
Kedua atlet sepakat membagi emas tersebut dan berdiri sejajar sebagai pemenang.

Meski emas lompat tinggi dibagi dua pada Barshim dan Tamberi, perhitungan medali emas tetap dihitung sebagai satu medali emas utuh.
Bagi kontingen Italia, emas Tamberi merupakan emas ketiga, yang lalu disusul emas dari Lamont Marcell Jacobs di nomor lari 100 meter.

Dengan demikian Italia berhasil meraih 4 emas, 8 perak, dan 15 perunggu pada penutupan klasemen Minggu (1/8),

Hal yang sama juga berlaku bagi Barshim di kontingen Qatar. Emas dari Barshim terhitung jadi emas kedua bagi kontingen Qatar di Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya, Qatar meraih emas pertama lewat Fares Ibrahim Elbakh yang turun di nomor angkat besi kelas 96kg.

Sebelumnya medali emas atletik Olimpiade terakhir kali dibagi pada Olimpiade London 1908 saat Edward Cook dan Alfred Gilbert berbagi emas di nomor loncat galah.