Final Liga Champions Man City vs Chelsea Dianggap Mimpi Buruk

Legenda Liverpool, Jamie Carragher menyatakan bahwa final Liga Champions antara Manchester City lawan Chelsea adalah mimpi buruk.

Carragher tak menutupi kegembiraannya soal keberhasilan Man City vs Chelsea di final Liga Champions sebagai bukti sukses klub Liga Inggris. Namun ada kekhawatiran Carragher terkait hal tersebut.

“Ini tentu mimpi buruk, sungguh! Dengar, saya gembira dalam sudut pandang bahwa final ini menunjukkan level sepak bola Inggris saat ini.”

 

“Setelah semifinal Liga Europa, Inggris bahkan bisa punya empat tim di dua final kompetisi Eropa,” tutur Carragher pada CBS Sport, dikutip dari Mirror.

Kekhawatiran Carragher adalah soal kesenjangan kualitas dan kemampuan tim-tim Liga Inggris terhadap tim-tim dari negara lain.

“Kita semua bisa kembali ke cerita beberapa pekan lalu tentang European Super League. Saya rasa hasil ini menjelaskan kenapa Perez dan Laporta di dua klub raksasa Spanyol sangat ingin Super League lantaran di momen saat ini mereka tidak bisa menyaingi Premier League.”

Soccer Football - Champions League - Semi Final Second Leg - Chelsea v Real Madrid - Stamford Bridge, London, Britain - May 5, 2021 Real Madrid's Toni Kroos in action with Chelsea's N'Golo Kante REUTERS/Toby MelvilleChelsea menyingkirkan Real Madrid di babak semifinal Liga Champions. (REUTERS/TOBY MELVILLE)

“Bukan hanya tentang kualitas sepak bola, tetapi juga soal keuangan tiap tim dan juga pelatih hebat di dalamnya. Premier League saat ini adalah tempat yang diidamkan dan mereka sedikit menjauh dari liga lain,” kata Carragher.

Dibandingkan liga lain, Liga Inggris punya nilai jual hak siar yang lebih tinggi. Premier League punya komposisi tim besar yang lebih banyak dibandingkan tim lainnya.

Alhasil, pemasukan mereka pun otomatis lebih besar dibandingkan liga lain yang kemudian berdampak pada kondisi keuangan tiap klub di dalamnya.