Gattuso Sakit Hati Gagal ke Tottenham karena Suporter

Gennaro Gattuso mengaku sakit hati gagal menangani Tottenham Hotspur karena desakan suporter di media sosial.
Mantan gelandang AC Milan tersebut sebenarnya jadi favorit untuk menduduki kursi pelatih Tottenham setelah meninggalkan Fiorentina hanya dalam tempo 23 hari kerja.

Gattuso juga sudah berbicara empat mata dengan bos Tottenham Daniel Levy. Namun, kesepakatan di antara kedua pihak terpaksa batal di menit-menit akhir karena desakan suporter.
Ungkapan ‘Tidak untuk Gattuso’ yang sempat menjadi tren di Twitter karena sejumlah komentar kontroversial sang pemain menyoal wanita dalam sepak bola, pernikahan sejenis, dan rasialisme.

Gattuso merasa dihakimi di media sosial tanpa mampu membela diri. Ia mengaku kecewa berat dengan berita bohong yang disebar di media sosial.

“Saya harus menerima cerita yang lebih menyakitkan daripada sebuah kekalahan atau bahkan pemecatan. Dan itu terjadi pada saat tidak ada yang mau mengakui bahaya internet,” kata Gatusso seperti dikutip Daily Mail.

“Beberapa hal buruk datang dari Facebook dan Twitter di mana dimungkinkan untuk memaksakan kepalsuan apa pun. Saya tidak punya profil di media sosial dan tidak menginginkannya. Bahkan Monica [istri Gattuso] tidak memilikinya.

Mantan pemain timnas Italia tersebut tak mengerti perilaku netizen yang mengambil gambar dirinya dan keluarga tanpa izin.
“Saya tidak mengerti, jika saya minum sebotol anggur, apa alasan mengambil gambar untuk memberi tahu orang lain. Itu urusan saya! Anak-anak saya Gabriela dan Francesco tahu hal itu,” tambah Gattuso.

Gattuso untuk sementara waktu harus rela menjadi pengangguran. Namun, ia masih belum melupakan perlakukan kejam suporter di media sosial yang bisa memengaruhi keputusan petinggi klub.